BANTUL – Kekayaan produk khas Bantul kian bertambah. Itu menyusul launching dua produk yaitu batik ceplok kembang kates, dan wedang uwuh. Launching ini sekaligus bebarengan dengan puncak peringatan hari jadi ke- 183 Kabupaten Bantul ke-183 di Lapangan Trirenggo kemarin (20/7).Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sulistyanta mengatakan, batik ceplok kembang kates nanti akan dijadikan seragam pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemkab. Terdapat dua warna dasar batik ini. Yaitu merah dan hijau. “Merah untuk jajaran birokrasi. Kalau yang hijau untuk tenaga pendidik,” terang Sulis di sela-sela puncak peringatan hari jadi kabupaten Bantul ke-183.Hanya saja, sampai saat ini pemkab belum menetapkan hari penggunaan batik tersebut. Penetapan penggunaan batik bagi PNS di lingkungan pemkab masih menunggu pengesahan perda keistimewaan. “Kami belum tahu aturan mengenai pakaian yang mencirikan keistimewaan,” ujarnya.
Sulis menerangkan, motif dasar batik sengaja menggunakan pohon pepaya. Sejumlah alasan filosofi sebagai pertimbangannya. Sebagaimana diketahui, beberapa bagian pohon pepaya, mulai akar hingga daunnya memiliki kegunaan. Terutama untuk pengobatan tradisional. “Warna-warna untuk menodorong. Merah semangat untuk kerja. Hijau untuk mengayomi,” urainya.Menurutnya, pemkab bekerjasama dengan sejumlah akademisi Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta untuk mendesain batik Ceplok Kembang Kates ini. Batik ini merupakan perpaduan berbagai motif kain batik asli Bantul.Meski didesain sebagai seragam PNS di lingkungan pemkab, namun masyarakat umum dapat membelinya. “Pada kesempatan ini kami juga melaunching kuliner khas wedang uwuh,” paparnya.
Setelah launching, minuman asli Imogiri ini nantinya akan didesain dengan beragam kemasan. Misalnya, kemasan gelas. Bahkan, wedang uwuh ini akan dijadikan minuman hidangan untuk menjamu para tamu yang berkunjung ke pemkab. “Kalau ada jamuan tamu minumannya pakai wedang uwuh, kemudian makanannya pakai geplak,” tambahnya.Hadir dalam puncak peringatan hari jadi ini seluruh pejabat teras PNS di lingkungan pemkab, dan seluruh perangkat desa se-Bantul. Di samping itu, Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakil Gubernur DIJ Sri Paduka Paku Alam IX, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga turut menghadiri puncak hari jadi Bumi Projo Tamansari ini.(zam/din)