MUNGKID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magelang menemukan banyak kendaraan yang dinilai tidak sesuai ketentuan. Terutama pada kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pemudik jelang Lebaran. Di antaranya, bus yang menggunakan ban vulkanisir. Padahal ban tersebut tidak dibolehkan dipakai lagi untuk kendaraan yang mengangkut pemudik.Selain temuan ban vulkanisir yang digunakan, ada juga kendaraan yang tidak dipenuhi kelengkapan kendaraan. Kelengkapan kendaraan lain juga harus dalam keadaan berfungsi normal. Termasuk wiper yang mutlak dibutuhkan ketika kondisi cuaca hujan. “Seharusnya tidak boleh pakai ban vulkanisir. Harus ban asli. Apalagi ban depan,” kata Kepala Dishub Kabupaten Magelang Ismu Kuswandari kemarin (23/7).
Menurut Ismu, beberapa temuan tersebut diketahui setelah pemeriksaan terhadap kendaraan yang akan digunakan untuk angkutan Lebaran. Pemeriksaan itu berlangsung sejak 14 Juli. Sesuai rencana, pemeriksaan dilangsungkan hingga 9 Agustus mendatang. “Dalam pemeriksaan, setiap kendaraan dicek semua kelengkapan. Termasuk lampu, rem, wiper, dan suku cadang lain,” paparnya.Dijelaskan, pemeriksaan itu bertujuan memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan. Sehingga memberi kenyamanan pada penumpang dan mengurangi angka kecelakaan.Dishub juga menyiapkan armada angkutan umum meliputi antarkotaantarprovinsi (AKAP) 139 unit, antarkotadalamprovinsi (AKDP) 216 unit, Angkudes 1.206 unit, Angkutan Pariwisata 116 unit, Taxi 40 unit, dan bus cadangan 28 unit.
Selain pemeriksaan terhadap kendaraan, Dishub juga melakukan pemasangan rambu petunjuk arah. Termasuk alat pengatur isyarat lalu lintas (APILL) serta penyiapan beberapa jalur alternatif. Sementara itu, menjelang Lebaran harga tiket bus mengalami kenaikan 50-75 persen. Ini khusus bus AC. Sedangkan bus ekonomi masih seperti biasa.”Untuk arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, kami menyediakan armada sebanyak 135 kendaraan. Dari jumlah tersebut, 35 di antaranya untuk armada lokal jurusan Jogjakarta-Semarang. Sedangkan 100 lainnya untuk armada jurusan Jakarta dan sekitar,” jelas Pemilik PO Ramayana Muntilan Kristanto. Menurut Kristanto, persediaan jumlah bus tersebut khusus untuk arus mudik dan balik. Semuanya ada di agen. Sementara bus cadangan sudah dihabiskan semua.Ia menambahkan, perusahaanya mengedepankan keamanan dan kenyamanan penumpang dengan melakukan kontrol atas kelaikan bus. Serta membekali armadanya dengan surat lengkap, baik uji kendaraan maupun awak kendaraan yang dalam kondisi prima. “Setiap bus di awaki dua sopir yang bergantian,” jelasnya.(ady/hes)