JOGJA – Pelanggaran tarif parkir di kawasan Malioboro Jogja masih saja terjadi. Ada juru parkir (jukir) yang mematok tarif lebih tinggi dari tarif yang berlaku.Forum Pemantau Independen (Forpi) Pakta Integritas Kota Jogja menemukan pelanggaran itu. Apalagi, lembaga pengawas ini juga banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait tarif parkir di Malioboro.Forpi pun melakukan pemantauan di beberapa titik parkir di Malioboro. Berdasarkan pemantauan itu dinyatakan masih ditemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan jukir.
Anggota Forpi Kota Baharudin menuturkan, pelanggaran yang masih dilakukan seperti pelanggaran terhadap Perda Nomor 5 Tahun 2012 terkait retribusi parkir sepeda motor kawasan satu sebesar Rp 1.000. Menurutnya, di lapangan masih ditemukan jukir menarik tarifparkir untuk sepeda motor lebih dari Rp 1.000. Ketika pengguna jasa parkir membayar dengan uang pecahan Rp 2.000, kata dia, ada jukir yang tidak memberikan kembalian sebesar Rp 1.000. “Saat kami menanyakan ke beberapa pengendara sepeda motor yang parkir perihal tarif parker, beberapa warga mengakui bahwa tarif parkir di dua kawasan yang kami pantau sebesar Rp 2.000,” ujarnya.
Pelanggaran tak hanya terkait tarif parkir. Dia juga menemukan fakta ada pengguna jasa parkir yang mengaku tidak diberi karcis parkir. Hal itu sangat mungkin terjadi karena menjelang Lebaran ini kawasan Malioboro begitu ramai.Atas sejumlah temuan tersebut, Forpi Kota Jogja mendorong Dinas Perhubungan Kota Jogja dan UPT Malioboro untuk secara rutin melakukan pengawasan terhadap jukir. Mereka mesti mengambil tindakan atas tarif parkir yang jumlahnya di atas retribusi resmi. Baharudin juga meminta dishub dan UPT tak segan mengambil tindakan tegas terhadap jukir yang mematok tarif parkir melebihi kenentuan. Jukir perlu ditindak sesuai aturan yang berlaku. “Ini sebagai efek jera bagi tukang parkir yang lainnya. Juga, memberikan informasi kepada publik terkait kantong-kantong parkir termasuk tarif parkirnya melalui media masa,” terangnya. Informasi mengenai parkir ini, terang Baharudin, penting untuk diketahui publik. Ini agar publik tidak bingung mencari kantong parkir dan membayar tarif parkir sesuai dengan nominal yang tertera dalam karcis parkir. (pra/amd)