SLEMAN – Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah DIJ meningkatkan kesiagaannya. Peningkatan ini meliputi pendirian 17 posko Siaga Lebaran, penyiagaan 17 armada ambulans dan 315 relawan. Posko Siaga Lebaran 2014 ini tersebar di kabupaten kota se-DIJ. Ketua PMI DIJ Herry Zudianto mengungkapkan posko ini meliputi pertolongan pertama dan pelayanan ambulans. Setiap posko disiagakan ambulans dan relawan yang memiliki kemampuan dalam hal pertolongan pertama. PMI telah menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan DIJ, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran dan organisasi lainnya. “Seluruh PMI dari Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul dan Kota Jogja telah kita siagakan. Posko ini berdiri sejak 21 Juli lalu, rencananya hingga H+7 lebaran. Setiap posko stand by selama 24 jam,” kata Herry ditemui di Posko Jombor kemarin (25/7).
Selanjutnya untuk kesiapan stok darah selama lebaran 2014 PMI DIJ bekerjasama dengan sejumlah pihak. Mulai dari rumah ibadah, lembaga maupun instansi swasta dan pemerintah. Di rumah ibadah, kegiatan donor darah digelar di masjid setelah salat tarawih. Sedangkan di gereja digelar seusai misa.Persediaan darah memasuki lebaran H-3 diakui oleh mantan Wali Kota Jogja ini menipis. Karena jumlah pendonor berkurang akibat mudik. Meski begitu jumlah permintaan darah masih sangat stabil. Namun untuk persediaan mengalami penurunan yang signifikan. “Kalau imbauan kita sebelum mudik menyempatkan diri untuk donor darah terlebih dahulu. Angka pendonor sukarela selalu menurun saat lebaran dan ini terulang setiap tahunnya,” katanya.
Mengantisipasi kekurangan ini, PMI DIJ membuka posko donor darah di Galeria Mall. Pokso ini digelar sejak 23 Juli lalu hingga hari ini (26/7). Lalu dilanjutkan kembali tanggal 30 Juli hingga 3 Agustus mendatang. Posko ini buka dari pukul 16.00 hingga 20.00 setiap harinya. “Ada juga wacana untuk memberdayakan pegawai negeri sipil di semua instansi pemerintah. Rencananya akan menyampaikan wacana ini ke setiap kepala daerah. Untuk mengantisipasi kekurangan seperti saat–saat seperti ini,” terangnya.Peningkatan kesiagaan selama lebaran juga dilakukan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sleman. Sekretaris Dishubkominfo Sleman Drs Krido Suprayitno, SE, MSi mengungkapkan telah mendirikan posko terpadu. Posko ini terdiri dari PMI, Dishubkominfo, Kwarcab Sleman, Polres Sleman dan organisasi lainnya. Tujuannya untuk memudahkan pengawasan dan komunikasi selama lebaran. Posko terpadu ini berdiri di sejumlah titik strategis agar mudah dijangkau dari sejumlah titik. (dwi/ila)