WONOSARI – Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama arus mudik dan balik menurun. Operasi Ketupat 2014 yang digelar sejak 21 Juli 2014 dinilai efektif menurunkan angka lakalantas hingga 50 persen.”Sampai sekarang kurang dari sepuluh kejadian (lakalantas). Tahun lalu selama Operasi Ketupat lebih dari 20 kejadian kecelakaan lalu lintas (di wilayah hukum Gunungkidul),” kata Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnain kemarin (3/8).Ada banyak faktor penyebab penurunan angka lakalantas di Gunungkidul. Sebagian besar lakalantas dipicu human error atau kesalahan pada manusia. Kesigapan petugas melakukan antisipasi terjadinya kecelakaan juga menyumbang angka penurunan lakalantas.”Dari kepolisian, selama operasi telah menyiapkan dua tim. Pertama, tim ganjal ban dan tim serbuk gergaji,” terang Faried.
Medan jalan yang naik turun dan tikungan tajam, jika tidak diantisipasi bisa memicu kecelakaan. Dia menyebar anggota yang tergabung ke dalam dua tim tersebut untuk standby di jalur rawan kecelakaan.Seperti di Tikungan Slumprit Patuk, Sambipitu, Tahura, Pertigaan Gading, Bunderan Siyono, Pancuran, Mulo, Simpang Tiga Pantai Baron, Tanjakan Kukup, Pantai Krakal, Bajing Lemu, Sundak, Pulegundes ada tiga lokasi dan Simpang Tiga JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan) Desa Tepus.”Untuk pengamanan, kami melibatkan 450 personel polisi dan lintas dinas sebanyak 1.000 personel, termasuk dari Senkom Mitra Polri,” terangnya.
Mengenai evaluasi secara menyeluruh, Faried masih menunggu selesainya Operas Ketupat. Dia mengimbau pengguna jalan berhati-hati selama di jalan. Harus mematuhi rambu-rambu lalu lintas.Salah seorang perantau asal Kecamatan Patuk, Pulas Wiyatno kemarin bersama keluarganya berangkat balik ke Jakarta. Menggunakan kendaraan pribadi dia teliti memeriksa kendaraan.”Harus dipastikan mesin kondisi baik. Semua harus prima supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata pria beranak empat yang akan balik menuju Duren Sawit, Jakarta Timur. (gun/iwa)