SETELAH tahapan Pilpres 2014 sampai pada puncaknya, TNI diposisikan sebagai lembaga yang mem-backup Polri dalam pengamanan bisa sedikit bernafas lega. Ya, pilpres kali ini TNI menjadi sorotan karena munculnya isu penggerakan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk memilih salah satu pasangan capres-cawapres. “Netralitas TNI sudah menjadi sebuah sikap yang wajib dan harus dilakukan. Di sisi lain, isu Babinsa menjadi tanggung jawab sejauh mana kami membuktikan bahwa TNI tidak terlibat,” tegas Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI MS Fadhilah kepada Radar Jogja belum lama ini.TNI bak ditunggu taringnya. Ya, garda terdepan yang bertugas menjaga keutuhan NKRI itu berupaya meyakinkan secara tegas kepada masyarakat agar tidak termakan isu tanpa fakta dan bukti konkret. Khusus di Jogja sendiri, isu Babinsa tak lepas dari incaran pemberitaan di beberapa media.
Kali ini Danrem dibebani tugas ganda dalam konteks informasi yang bengkok. Bagaimana ia meyakinkan media agar bersikap berimbang, sesuai bukti, tanpa membangun opini yang justru menimbulkan suasana menjadi tak kondusif. “TNI tidak alergi dengan berita. Tuduhan, silahkan saja asalkan itu benar,” ungkap pria kelahiran Magelang itu.Memang cukup beralasan sikap tegas itu harus ditunjukkan. Opini yang terbangun di masyarakat sudah cukup kuat. Ditambah lagi, salah satu capres merupakan mantan petinggi TNI. Wajar apabila jiwa Korps Satuan (Korsa) masih mengalir.
“Yang perlu dicatat, Panglima TNI secara tegas menyatakan TNI berada pada posisi netral. Tidak ada urusan lagi, status sekarang sudah berbeda. Purnawirawan memiliki hak dalam berpolitik,” jelasnya.Danrem juga mengapresiasi penyelenggaraan pilpres di DIJ. Mulai dari KPU, Bawaslu, kader dan simpatisan parpol pendukung capres-cawapres. Termasuk pengamanan dari Polri yang di-backup TNI. Pihaknya juga mengapresiasi kepada masyarakat Jogja yang telah memerankan cara berdemokrasi yang sehat. “Ini demi kepentingan bangsa yang besar. Kami tidak melihat dari aspek politiknya. Tetapi dari aspek kesatuan dan persatuan,” katanya. (fid/ila)