DI AJANG Jogja Fashion Week 2014 belum lama ini, Philip mengusung judul Resturn to Identity dengan mengangkat lurik gendong sebagai bahan utama koleksinya. “Lurik menurut saya material yang sangat eksotis, baik dari tekstur dan warnanya. Demikian juga lurik gendong yang memang terbukti kuat seratnya, namun dibalik itu, lurik gendong juga bisa diolah menjadi rancangan yang indah,”ujar Philip.Eksplorasi Philip dimunculkan melalui permaianan cutting yang tidak biasa. Kekagumannya pada beberapa nama desainer asal Jepang, menginspirasi dirinya untuk mengolah lurik dengan garis rancang yang unik. Karena menurutnya, ketidakberaturan itu juga sebuah keindahan.
Untuk itu, pada rancangannya tersebut, Philip banyak bermain potongan dalam bentuk-bentuk asimetris namun tetap mengacu pada nilai-nilai estetis. Dengan berani keluar dari koridor “teratur”, Philip membawa lurik gendong menajdi koleksi ready to wear yang chic dan shopisticated. “Lurik kaya tekstur dan warna, tinggal bagaimana kita mengolahnya, buat potongan yang tidak biasa,”paparnya. eperti judul yang diusungnya, Philip mencoba mengembalikan pada identitas asli Indonesia melalui lurik, namun ditampilkan dengan gaya masa kini.
Busana-busana cocktail tampil dalam nuasan warna cerah berpadu dengan tekstur lurik dan padupadan dengan bahan polos lainnya. Permaianan potongan tampak menjadi kekuatan pada koleksi Philip kali ini. Dari mulai bagian kerah, lengan hingga bawah yang banyak bermain dengan garis-garis asimetris. Aplikasi sangat minim, hanya ada beberapa koleksi yang menggunakan zipper.”Karena tekstur dari lurik itu sendiri sudah kuat dank has, jadi tidak perlu banyak aplikasi,”ujar Philip.(dya/din)