BAGI Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI MS Fadhilah, aspek persatuan dan kesatuan adalah harga mati untuk kepentingan bangsa. Dalam mencapai persatuan dan kesatuan itu, maka diperlukan wawasan kebangsaan.Menurutna wawasan kebangsaan menjadi salah satu upaya menumbuhkembangkan kecintaan terhadap Indonesia. Nah, bagaimana dengan keberadaan ribuan mahasiswa di Jogja agar memiliki jiwa nasionalisme tinggi.Fadhilah menyadari bahwa mahasiswa merupakan aset masa depan bangsa. Namun yang menjadi persoalan kecintaan terhadap nasionalisme bangsa saat ini ada kecenderungan menurun atau terbiaskan.
“Wawasan kebangsaan jangan hanya menilai hasil akhirnya, tetapi lihat aplikasinya dalam kehidupan,” kata mantan ajudan Wapres Boediono itu.Ia mencontohkan sudah disiapkah para mahasiswa nantinya setelah lulus ditempatkan di daerah-daerah tertinggal. Mereka mengemban tugas membangun peradaban bangsa, sekaligus mengaplikasikan ilmu pengetahuannya dalam kehidupan sosial. Realitanya, pengembangan sumber daya manusia masih fokus di daerah itu-itu saja. Pengaruh dari wawasan kebangsaan belum sepenuhnya dijalankan. Padahal, masih banyak daerah di Indonesia yang masih membutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni. “Pada umumnya berkarir di kota-kota besar dan enggan berjuang di daerah tertinggal,” ujarnya.
Pria yang pernah tergabung dalam pasukan Garuda 23 A di Libanon itu menyadari masih banyak yang perlu dibenahi oleh bangsa ini. Konektivitas antar pulau masih menjadi kendala. Ketika pemerataan bisa dijalankan, itulah salah satu implementasi dari wawasan kebangsaan. (fid/ila)