BERDIRI sekitar tahun 1985 hingga sekarang Endang Jaya menjadi pusat oleh-oleh yang terkenal di Magelang. Dulu bersama suami, Elizabeth Endang Sri Hartono hanya membuka usaha toko kelontong di terminal Magelang. Waktu itu letaknya masih di Jalan Jenderal Soedirman 299, Magelang. “Saat berjualan di kawasan terminal banyak orang dari luar Magelang sering menanyakan makanan khas Magelang, sejak saat itu saya bersama suami berjualan oleh-oleh khas Magelang seperti getukdan wajik week. Ternyata cukup laris,” kata Elizabeth.
Setiap harinya, Endang Jaya jarang sepi pengunjung. Ada banyak pembeli yang mampir setiap harinya. Terlebih di sana menyediakan produk makanan khas Magelang seperti getuk, wajik week, camilan dan kue kering, tape ketan hijau dan hitam. “Kami buka jam 08.00 sampai 20.00. Biasanya pengunjung banyak mencari getuk, wajik week dan yang tidak kalah larisnya adalah slondok, keripik tahu, keripik singkong dan potil. Pengunjung dari Jakarta lebih sering menyukainya,” jelasnya.
Usaha yang dirintis bersama suaminya tersebut dapat dibilang sebagai toko oleh-oleh yang pertama di Magelang. Hingga kini membuahkan hasil dengan nama yang sudah terkenal di berbagai sudut kota. Sekarang Endang Jaya yang berpusat di Jalan Jenderal Soedirman 299, Magelang ini sudah memiliki tiga cabang lain. Yakni di Jalan Ikhlas B 7-8 Magelang, Jalan Mayjend Jenderal Bambang Soegoeng (Metro Square F20-F21 beserta rumah makan) Magelang dan di Jalan Magelang – Jogja km 6 Blondo Magelang.
“Saya merasa bangga bisa meraih sampai saat ini bersama suami saya. Kami pribadi punya slogan yaitu Satu Cinta Satu Usaha yang berarti membangun usaha bersama pasangan dari nol hingga sukses mendapat hasil,” ungkapnya.Semua itu, dijalani oleh pasangan ini dari bawah dan merasakan pahit manisnya berusaha bersama. “Hal ini terasa sangat berharga dan tentunya sebagai lambang keharmonisan kami,” tandasnya. (*/ila)