PERAWAKANNYAkurus. Bibirnya kerap dihiasi senyuman.Dia bergabung dengan PSIM sejak 2006. Selama kurang lebih delapan tahun, dia setia melayani kebutuhan para pemain. Ya, dia dipercaya menjadi seksi perlengkapan tim. “Asyik juga,” kata katrok lantas tersenyum. Kesibukan Katrok selama ini tak hanya mengurusi perlengkapan pemain. Dia juga kuliah. Bebebrapa pecan lalu, dia berhasil mendapatkan gelar diploma 3 (D3) dari IST Akprind Jogjakarta. Dia menempuh pendidikan teknik mesin. Dia tercatat sebagai mahasiswa di sana pada 2011.
Dia membiaya kuliahnya sendiri. Yakni, dari gaji yang diperoleh dari mengurusi perlengkapan pemain PSIM. “Sudah lulus. Sarjana sekarang,” jelasnya.Dia berhasil mendapatkan nilai A dalam pendadaran. Ia mengaku agak terkejut dengan nilai itu. Sebab, saat pendadaran dia mengaku cukup banyak dicecar pertanyaan “menjebak” oleh dosen penguji. Apalagi, saat masa persiapan pendadaran dia juga harus mengurusi PSIM yang sedang melakoni sesi latihan Ramadan. “Saat persiapan (pendadaran) saya harus membagi konsenterasi juga ke PSIM. Selain itu, saat pendadaran pertanyaan dosen juga kerap menjebak. Puji Tuhan saya bisa mendapatkan nilai A. Ini benar-benar hal yang sangat membahagiakan saya,” ujarnya.
Bangku perkuliahan tidak dilewati Matheus dengan mulus. Akibat gajinya yang kerap ditunggak manajemen PSIM, dia sempat kesulitan membayar kuliah. Dia pun sempat mengajukan keringanan pembayaran uang kuliah ke pengelola kampus. “Kuliah tidak saya lewati dengan sangat mulus. Ya begini kan di PSIM. Gaji terkadang tak tertib. Apalagi saat kompetisi libur, bayaran kan juga tidak ada,” paparnya.Beruntung pada 2013 Matheus mendapatkan pekerjaan di Gembira Loka Zoo. Penghasilannya dari bekerja di kebun binatang itu bisa mencukupi membiyai kehidupannya sehari-hari maupun biaya kuliah. “Saya sekarang juga nyambi di GL Zoo. Penghasilan dari bisa mencukupi semua kebutuhan saya. Termasuk bayar kuliah. Ya bersyukur karena Tuhan menunjukkan kemurahan-Nya kepada saya,” jelasnya.Salah seorang sahabat Matheus, Agung Sukoco, mengaku salut dengan cara Matheus menjalani hidup. Meski tak memiliki penghasilan dalam jumlah besar, menurut dia, Matheus sudah punya tabungan. “Orang seperti Katrok ini memang ’langka’. Penghasilannya tidak seberapa tapi bisa memiliki tabungan,” bebernya. (*/amd)