JOGJA – Upaya untuk meningkatan nilai wisata terus dilakukan Dinas Pariwisata DIJ. Salah satunya adalah rutin menggelar pementasan seni budaya di Puro Pakualaman. Kegiatan ini digelar setiap bulan dengan menampilkan ragam kesenian tradisional maupun kontemporer di Alun-Alun Sewandanan.Kasi Objek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata DIJ Muhammad Halim mengungkapkan, usaha ini akan terus dilakukan. Pementasan seni budaya sendiri merupakan kekuatan wisata di Jogjakarta. Terlebih dalam promo meningkatkan kunjungan wisata di kota budaya ini.
“Wisata tentunya berdiri dengan salah satu unsurnya seni budaya. Apalagi seni budaya merupakan kekuataan penting yang wajib kita topang. Saat seni budaya kuat, maka turut berimbas pada nilai wisata di Jogjakarta,” kata Halim saat ditemui di Alun-Alun Sewandanan kemarin (3/8).Wujud nyata dukungan ini dilakukan secara bertahap. Untuk pementasan seni budaya di Puro Pakulaman akan ditingkatkan frekuensinya. Pementasan di tempat ini awalnya hanya dua kali dalam satu bulan.Melihat animo yang besar dan juga wujud promo, maka meningkat menjadi satu minggu sekali, sehingga total akan ada empat pementasan setiap bulan di Alun-Alun Sewandanan. Untuk menopang kegiatan ini Dinas Pariwisata DIJ menggunakan dana keistimewaan (danais).
Penggunaan danais, menurut Halim, merupakan wujud pemberdayaan seni. Dengan menghidupkan kantong-kantong seni yang dimiliki, harapannya dapat menopang wisata di Jogjakarta. Jangka panjangnya setiap kelompok seni ini mampu merepresentasikan kekayaan tiap daerahnya.”Saat kelompok ini tampil maka mereka turut promosi wisata daerah. Maka akan memancing warga untuk berkunjung ke daerah asal kesenian ini. Harapannya kunjungan wisata tidak meningkat di pusat, tapi juga di kantong-kantong daerah lainnya,” katanya.Pengageng Kadipaten Puro Pakualaman Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Kusumo Parastho turut hadir dalam kesempatan ini. Menurutnya, dengan adanya pentas seni ini turut mendukung kekayaan seni budaya yang dimiliki Jogjakarta.
Pementasan ini juga membuka kesempatan bagi kelompok kesenian untuk tampil. Kusumo Parastho berharap dengan adanya kesempatan ini turut menstimulan kelompok kesenian, sehingga semakin terpacu untuk melestarikan kekayaan yang dimiliki.”Kelompok Langen Budaya dari Kokap Kulonprogo ini salah satunya. Mereka tidak hanya terpacu untuk rajin berlatih, tapi juga memiliki kesempatan untuk tampil sehingga mampu memberdayakan penyangga pelestari keseniaan dengan optimal,”katanya. (dwi/laz)