JOGJA – Pemain PSIM JOgja tak bisa leha-leha selama liburan Lebaran. Pelatih Seto Nurdiyantara siap bersikap tegas kepada pemain yang tak mampu menjaga kondisi fisiknya selama liburan.Bahkan, Seto menegaskan tidak segan meminggirkan pemain yang gagal menjaga kondisi fisiknya dengan baik. Hal ini, kata dia, terkait pertandingan krusial yang akan dijalani Laskar Mataram pada 8 Agustus. Mereka bakal menghadapi PSS Sleman. “Intinya, untuk pemain yang tidak menjaga kondisi tubuhnya tentu akan kami pinggirkan. Sebab, ingat di depan ada laga krusial yang menanti yakni menghadapi PSS Sleman yang notabene sangat krusial,” jelasnya.
Saat ini PSIM sedang dirundung keraguan untuk terus melaju ke babak 16 besar. Meski sedang berada di puncak klasemen, PSIM bisa jadi menurunkan intensitas agar tak lolos ke second season. Sebab, ada dua handicap yang saat ini menghinggap Laskar Mataram. Selain ketidakjelasan finansial, PSIM juga tak memiliki stadion setelah Stadion Mandala Krida yang selama ini menjadi markas mereka sedang direnovasi.Seto berharap para pemain tak memikirkan kondisi ini. Menurutnya, hal terpenting adalah para pemain tetap bermain penuh semangat dan tetap menjadikan babak 16 besar sebagai impian. “Setelah PSIM berhasil lolos ke semifinal Divisi Utama LI dua musim lalu, kami belum kembali mencicipi nikmatnya lolos dari babak penyisihan. Karena itu, separah apapun keadaan anak-anak tetap wajib menjadikan babak 16 besar sebagai bidikan,” terangnya.Terjaga atau tidaknya kondisi pemain bakal dipantau pada latihan perdana pascaliburan 3 Agustus. Seto akan mulai memilah pemain yang diturunkan dalam pertandingan bertajuk Derby d’ Jogjakarta itu.
Seto menegaskan tidak akan mengistimewakan pemain yang berstatus sebagai andalan. Kontribusi semaksimal apapun di laga-laga sebelumnya tidak akan berpengaruh bila kondisi fisiknya rontok saat latihan perdana. “Lagi pula di PSIM kan tidak ada pemain andalan. Hampir semua yang ada di roaster pernah merasakan masuk line up. Jadi, tak peduli siapa pun itu jika fisiknya hancur tentunya akan diparkir,” imbuhnya.Direktur Utama (Dirut) PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Dwi Irianto menyatakan, target pada sebuah pertandingan sepenuhnya diserahkan pada tim pelatih. Manajemen PSIM tidak keberatan jika akhirnya PSIM melaju ke babak 16 besar. (nes/amd)