SLEMAN – Pengelola PSS Sleman, PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) nampaknya benar-benar bakal melakukan tindakan pada penyerang asal Kamerun Guy Junior . Hari ini, PT PSS bakal memanggil Junior kasus mangkir latihan selama sepakan yang dilakukan eks penggawa Persiwa Wamena tersebut.Sebelum mundur dari jabatan sebagai manajer tim, Sukoco mengatakan absennya Junior dari latihan merupakan sebuah tindakan indisipliner. Karena hal itulah pria berkacamata tersebut langsung melaporkan hal ini kepada PT PSS.
Setelah sempat menunda penuntasan kasus ini akibat libur Hari Raya Idul Fitri, PT PSS dipastikan langsung bergerak sebelum Super Elang Jawa (Super Elja) menyambangi markas PSIM Jogja dalam lanjutan Divisi Utama 2014 Jumat (8/8) mendatang. Direktur PT PSS Supardjiono menmastikan hari ini pihaknya sudah memproses kasus indispliner Junior dengan cara memanggil pemain bernomor punggung 10 mtersebut. “Ya Senin kami memanggil Junior guna dimintai keterangan. Mengapa selama bulan Ramadan dia mangkir latihan cukup lama,” tegas pria yang musim lalu menjabat manajer tim tersebut.
Sebelumnya Junior sempat beralasan kalau dirinya harus pergi ke Beijing, Tiongkok guna menyelesaikan masalah administrasi kewarganegaraan. Namun anehnya, sebelum terdengar kabar Junior ke Tiongkok dia sempat dikabarkan sakit. Inilah yang dinilai manajemen PSS sebagai sebuah kejanggalan. “Karena itulah saya ingin mendalami alasannya lagi. Benar atau tidak dia sempat sakit terus ke Beijing untuk menyelesaikan sebuah urusan. Jika ternyata itu cuma alasan otomatis kami siap memberikan sanksi,” sergahnya.
Sanksi yang dimaksud Pardji dapat bermacam-macam bentuknya. Meskipun masih terikat kontrak hingga Desember PT PSS bisa saja mencoret Junior. Terlebih lagi sepanjang Divisi Utama musim ini, performa Junior dapat dikatakan tidak konsisten. Hukuman lain yang sedikit lebih ringan ialah pemotongan gaji. Sanksi ini mungkin menjadi sesuatu yang paling realistis meningat PSS sudah tidak dapat mencari pengganti Junior. Ya, PT Liga Indonesia (PT LI) selaku pengelola kompetisi sudah tidak lagi membuka jendela transfer. “Hukuman bisa bermacam-macam. Saya belum memastikannya. Apakah dia dicoret, dipotong gaji atau yang lain-lain itu tunggu saja setelahSenin,” paparnya.
Di vagian lain, PSS sedikit ditimpa kabar buruk. Dengan alasan ingin fokus pada pekerjaannya sebagai pelatih, Herry Kiswanto menolak
rangkap jabatan sebagai manajer tim. Setelah pengunduran diri Koco, PT PSS memang sudah menunjuk Herkis sebagai pengganti. Namun kata Pardji penolakan Herkis ini bukanlah masalah bagi PSS. Toh manajerial tim bisa dipegang langsung oleh PT PSS. “Nggak ada manajer tidak masalah. Manajerial tim bisa dipegang langsung oleh PT PSS. Jadi mungkin kami tak akan mencari cari sosok lain,” paparnya.Menyoal persiapan menghadapi PSIM, Asisten pelatih Edi Broto menyatakan Anang Hadi Saputra dkk sudah benar-benar siap meladeni perlawanan sang saudara tua. Kata Edy pertandingan ini memang bak laga hidup mati. Sebab jika kalah peluang PSS ke babak 16 besar bakal semakin berat. (nes/din)