Berbicara tentang batik, Jogja menjadi salah satu kota yang cukup banyak menyimpan motif batik. Tentu tidak hanya motif Jogja, tetapi juga dari daerah lainnya banyak berkembang, seperti motif batik Solo. SALAH satu yang mengembangkan batik motif Solo adalah Margaria Batik Djawi. Asisten Manajer Margaria Batik Djawi Desmawan Putra mengatakan pengembangan batik Solo ini diberi nama dengan koleksi motif Solo Warna. Desain motif ini elegan, namun tetap menonjolkan motif yang khas dengan budaya Jawa. “Motif Solo Warna ini lebih dominan warna-warna cerah. Namun tidak meninggalkan warna sogan dan hitam yang identik dengan batik motif Solo,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, batik Solo Warna mengadopsi dari batik Jawa terutama batik Solo dengan warna dasarnya sogan dan hitam. Agar terkesan lebih modern dan elegan, Margaria Batik Djawi menghadirkan dengan sentuhan motif flora fauna. Hal ini tak lepas dari misi Margaria Batik Djawi yang turut mengkampanyekan pentingnya memelihara lingkungan.Kombinasi motif memungkinkan koleksi batik ini dipadupadankan dengan busana lain, seperti kebaya. “Inivasi yang kami lakukan untuk merubah paradigma kebanyakan orang bahwa batik dengan warna sogan identik dengan motif orang tua,”ujarnya.
Selain motif Solo Warna, Margaria Batik Djawi juga berinovasi dengan menghadirkan koleksi busana batik motif galar. Motif galar ini memiliki filosofi yang sangat erat kaitannya dengan kelestarian alam dan kelangsungan manusia yang tergambar pada setiap motifnya. Dengan desain yang diusung lebih ceria dengan warna-warna berani seperti merah, hijau, ungu dan biru. “Ini lebih ditujukan untuk kalangan anak muda yang dinamis,”ujar Desmawan. (dya/din)