TERINSPIRASI ragam kuliner Jogja, sembilan desainer yang tergabung dalam komunitas The Rempeyeks menyajikan bertajuk Fashion Culinary beberapa waktu lalu. Sembilan desainer, masing-masing mengangkat ikon kuliner Jogja, yakni bakpia, gudeg, bakmi Jawa, ayam goreng, sate Klathak, geplak, sego kucing, sego pecel (SGPC) dan cokelat.Sembilan desainer The Rempeyeks yakni Endarwati, Joko Margono, Lia Popperca, Theo Ridzki, Fenin, Lidwina W, Lulu LL, Rika Winata dan Darie G. Mereka menuangkan ide-ide kreatifnya untuk menuangkan ikon kuliner Jogja menjadi kreasi busana berkonsep karnival yang megah, elegan dan memesona.
Endarwati misalnya, mengangkat judul Other Side of Bakpia, dirinya menggunakan tenik cutting circle untuk menuangkan bentuk, warna dan rasa bakpia dalam busana. Idenya mengambil tiga macam rasa bakpia, keju diwakili warna kuning, kacang ijo diwakili warna hijau, tela ungu diwakili warna ungu. “Sedangkan cutting circle mewakili bentuk bakpia yg bulet-bulet,” ujarnya.Busana tersebut tampak elegan dan kental akan sentuhan klasik dengan material utama batik cap kombinasi lurik. Siluet klasik dia adaptasi dari busana penari topeng Jogja. Kemudian dipertegas dengan cutting circle sesuai dengan bentuk bakpia.
Selain menampilkan kreasi busana ikon kuliner Jogja, The Rempeyeks juga menampilkan koleksi rancangan terbarunya. Ketua Panitia KRMT Indro Kimpling Suseno mengatakan gelaran fesyen dalam rangka ulang tahun Kabare ini digagas sebagai wujud apresiasi serta partisipasi ragam kuliner khas Jogja yang berperan serta mengembangan dunia pariwisata Jogjakarta. (dya/ila)