KARANGMOJO – Situasi objek wisata Gua Pindul Bejiharjo, Karangmojo kembali memanas. Utusan salah satu pihak yang bersengketa dalam pengelolaan wisata, mendatangi Gua Pindul, kemarin. Mencegah keributan, polisi bersenjata disiagakan di Gua Pindul.Pasukan bersenjata laras panjang tersebut berasal dari institusi kepolisian. Selain itu juga nampak aparat TNI dan Satpol PP. Penjagaan dilakukan di kawasan susur gua. Informasi yang dihimpun Radar Jogja, rombongan orang tersebut merupakan suruhan Atiek Damayanti. Selama ini, Atiek berseteru dengan para pengelola karena merasa Gua Pindul yang diklaim miliknya telah diserobot.
Pendukung Atiek datang menggunakan dua bus. Namun belum sampai di Gua Pindul mereka dihadang aparat. Bus dihentikan di Lapangan Piyaman, Wonosari. Seluruh penumpang diperiksa satu per satu. Setelah tidak ditemukan benda mencurigakan, mereka dipersilakan meneruskan perjalanan ke Gua Pindul dengan pengawalan ketat.”Kami sudah melakukan pemeriksaan. Tapi hasilnya nihil (senjata tajam). Meksi demikian, kami tetap melakukan pendataan,” kata Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnain.Meski mereka dibiarkan datang ke Gua Pindul, personel kepolisian tidak membiarkan mereka bergerak bebas. Setiap gerak-gerik kumpulan orang tersebut terus diawasi, terutama saat berkunjung di area Gua Pindul.
Pantauan di lapangan, selama di lokasi wisata, puluhan orang ini terbagi menjadi beberapa kelompok. Menyebar ke sejumlah lokasi, mulai di depan pintu masuk, atau di bibir masuk gua. Setelah berada di area lokasi selama 1,5 jam, kelompok tersebut meninggalkan lokasi tanpa keributan.”Relatif aman, tak ada hal-hal yang mencurigakan yang dilakukan kelompok itu,” kata Faried.Upaya pengawasan dilakukan sebagai upaya pencegahan supaya hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisasi. Situasi aman terkendali.Kehadiran pasukan bersenjata tersebut menyita perhatian pengunjung. Di antara turis yang datang, terutama anak-anak berteriak, “Ada pak polisi.” (gun/iwa)