JOGJA – Setelah sempat menjajaki beberapa opsi, panpel pertandingan serta manajemen PSIM Jogja sepertinya menjadikan Stadion Mandala Krida demi menjamu PSS Sleman dalam laga lanjutan Divisi Utama 2014 sebagai opsi utama. Bahkan untuk merealisasikan keinginan ini panpel Laskar Mataram sudah berkomunikasi dengan pengelola Mandala Krida, Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIJ.
Saat ini, kondisi Mandala Krida yang sedang mengalami renovasi pada tribun timur memang jauh dari kata layak menggelar laga bertaraf nasional seperti PSIM v PSS. Terlebih lagi, laga antara kedua tim dipastikan panas mengingat mereka bersstatus dua tim besar di DIJ. Kebencian mendalam suporter PSIM kepada PSS jelas megancam keselamatan tim tamu saat bertanding di Stadion dalam kondii terbongkar seperti Mandala Krida.Meskipun kondisi Mandala Krida kurang memungkinkan, panpel PSIM sepertinya optimistis pertandingan menghadapi PSS dapat dilangsungkan disana Jumat (8/8) mendapatang. Ketua Panpel PSIM Ricardo Putro Mukti Wibowo mengatakan dirinya sudah berkomunikasi dengan BPO.
Pria yang akab disapa Edo ini menyatakandirinya sudah menghubungi kepala BPO Eddy Wahyudi via sambungan telepon. Kata Edo, Eddy sudah memberikan lampu hijau jika PSIM benar-benar ingin menggunakan Mandala Krida.”Ya, secara lisan, BPO sudah memberikan lampu hijau. Besok (Hari Ini, red) kami dari panpel akan menemui BPO guna membahas pemakaian Mandala Krida ini,” jelas pria yang bekerja di Dinas Ketertiban (Dintib) Kota Jogja tersebut.Edo menyatakan pertemuan itu merupakan finalisasi kesepakatan antara panpel PSIM dengan pihak BPO. Melihat sambutan positif BPO, Edo yakin jika pertemuan tersebut tidak akan berjalan alot,” sergahnya.
Namun sayang, meskipun BPO menyambut positif, Polresta Kota Jogja sebagai badan yang berwenang mengeluarkan izin keramaian belum memberikan restu. Kata Edo, Polresta memang masih khawatir jika laga PSIM v PSS bakal berlangsung ricuh. Apalagi suporter PSIM sangat mudah mbludus ke tengah lapangan karena Mandala Krida sedang tidak memiliki tribun di bagian timur.”Jika pertandingannya tanpa penonton polisi mengizinkan. Tapi kalau laga tak disaksikan suporter buat apa main di Mandala Krida. Saya yakin kok kami bisa memanfaatkan tribun yang ada,” tambahnya.Meskipun begitu Edo menyatakan pihaknya tak akan menyerah. Dirinya sudah menjelaskan kalau pertandingan bakal berjalan aman mengingat panpel PSIM sudah menerbitkan larangan bagi suporter PSS datang ke Stadion Mandala Krida.
“Kami sudah menjamin tak mengundang suporter tamu. Karena hal itulah kami yakin kalau pertandingan bakal berjalan aman,” paparnya.
Jika Mandala Krida mentok, PSIM sudah memiliki beberpa langkah alternatif. Selain menggelar pertandingan di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul PSIM tak menutup kemungkinan mengajukan pengunduran jadwal ke PT Liga Indonesia (PT LI).”Jika polisi tidak mengizinkan kami mungkin akan melaporkan hal ini pada PT LI. Ya agar jadwal pertandingannya bisa diundur,” jelas Direktur Utama PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Dwi Irianto. (nes/din/ty)