JOGJA – Momentum bulan Syawal juga dimanfaatkan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. Raja Keraton Jogja ini menggelar open house untuk semua warga, tanpa terkecuali. Ini terlihat dari beragam latar belakang warga yang menyalami HB X beserta istri GKR Hemas, Wagub Paku Alam IX dan istri, serta pejabat Pemprov DIJ di Bangsal Kepatihan, kemarin (4/7). Gubernur mengawali salaman dengan warga sejak pukul 09.50 WIB. Ia bersama Hemas dan istri Paku Alam berdiri untuk menyalami masyarakat yang telah antre sejak pagi. HB X berdiri sekitar 1,5 jam atau 100 menit sampai acara selesai pukul 11.30.
Setelah 1,5 jam berdiri, HB X dan Wagub kemudian memilih duduk menggunakan kursi untuk istirahat. “Rencana awal, beliau istirahat selama setengah jam kemudian melanjutkan halalbihalal. Tapi, siang hari beliau harus menghadiri rapat paripurna,” tutur Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Humas, dan Protokol Sekretariat Provinsi (Setprov) DIJ Iswanto, di sela halalbihalal.Ia mengungkapkan, setelah berdiri 100 menit, HB X kemudian masuk ke ruangan kerjanya. Siang hari, HB X ke kantor DPRD DIJ untuk mengikuti rapat paripurna.
Selama open house tampak beberapa tokoh masyarakat yang memanfaatkan momentum tersebut. Seperti Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DIJ yang juga mantan Wali Kota Jogja Herry Zudianto, tokoh olahraga DIJ, dan beberapa tokoh masyarakat dengan latar belakang yang lain.Beberapa pejabat di lingkungan Pemprov DIJ juga ikut antre untuk bersalaman dengan gubernur. Meski tidak semua kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hadir di open house yang memang diperuntukkan untuk warga umum ini. Bahkan yang antre mengular tak hanya warga Indonesia saja. Wisatawan mancanegara juga ikut berdesak-desakan untuk bisa bersalaman dengan raja yang terlahir dengan BRM Herjuno Darpito tersebut. Antusiasme warga yang bersalaman di kantor kerja gubernur ini sudah terlihat dari kedatangan mereka. Dari pengamatan Satpol PP DIJ, ada yang sudah datang sejak pukul 06.00 pagi.
Saat bersalaman dengan gubernur, warga memang mendapatkan pengamanan ketat dari polisi penegak peraturan daerah tersebut. Bagi warga yang mengenakan jaket, Satpol PP langsung meminta untuk dilepas. Begitu pula yang bertopi, saat bersalaman dengan HB X dan PA IX juga diminta tak dikenakan.Salah seorang warga, Suminto, mengaku dirinya sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk mengikuti open house gubernur itu. Ia pun datang lebih awal sekitar pukul 07.30. “Tidak bawa apa-apa. Saya hanya mempersiapkan pakaian yang rapi saja, karena bertemu dengan Pak Sultan,” ujar warga pinggir Kali Code ini.Setelah menggelar open house dengan masyarakat umum, Senin (11/8) pekan depan, pukul 19.00 hingga 21.30, giliran gubernur menggelar syawalan untuk bawahannya. Ini hanya untuk PNS di lingkungan pemprov, karena gubernur juga mengagendakan menggelar safari syawalan di kabupaten dan kota. (eri)