PURWOREJO – Bus Limas B 7918 PW dengan 21 penumpang terlibat kecelakaan di Desa Dlangu, Kecamatan Butuh, Purworejo pukul 10.00, kemarin. Seorang meninggal dunia, beberapa penumpang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.Korban tewas tersebut sopir bus Limas, Sawal, 26, warga Dukuh Sikempong, Desa Tegalsari, Kecamatan Bruno, Purworejo. Korban mengalami luka berat pada kepala, jenazah Sawal dibawa ke RSUD Saras Husada Purworejo.Kejadian bermula ketika Bus Limas jurusan Bogor-Solo menghindari truk dari arah berlawanan. Sawal banting setir ke kiri dan masuk parit.
Sejumlah saksi mengatakan, saat kejadian lalu lintas tidak padat. Sopir truk pasir AD 1471 SF, Sarwono, 38, warga Jatisari, Kabupaten Kebumen, selamat. Namun truk pada bak sisi kanan jebol tersenggol bus. “Bus dari barat dan truk dari timur. Tidak jelas, truk atau bus yang mencoba mendahului. Bus nyaris menabrak rumah saya,” terang saksi Eko Budiyanto, 38, warga setempat.Saat kejadian Eko sedang di dalam rumah. “Terdengar suara keras. Lalu saya keluar, bus sudah di parit. Penumpang keluar menyelamatkan diri. Sopir bus tidak bergerak saat dievakuasi anggota PMI,” kata Eko.Penumpang bus, Husen Maksudi, 28, warga Salaman, Kabupaten Magelang mengatakan ada 21 penumpang di dalam bus. Korban yang mengalami luka didominasi penumpang yang duduk di kursi depan dan belakang. “Saya duduk di tengah, kejadiannya saya malah tidak tahu persis. Saya merasakan guncangan yang saya kira bus lewat jalan bergelombang. Namun tiba-tiba bus masuk ke parit dan kaca pecah,” kata Husen.
Kasat Lantas Polres Purworejo AKP Sri Hasta Birowowati mengatakan kecelakaan disebabkan bus menghindari truk. Penumpang yang luka berat dan ringan dibawa ke RSUD Saras Husada dan Pusekesmas Butuh. “Penanganan penumpang dibantu petugas dinas perhubungan. Mereka yang ingin melanjutkan perjalanan dipindahkan ke bus lain. Evakuasi korban dibantu PMI,” kata Sri.Dia menyesalkan terjadikan kecelakaan yang memakan korban jiwa tersebut. Sebab selama arus mudik dan balik Lebaran di Purworejo, lalu lintas cukup lancar. Bahkan Operasi Ketupat Candi 2014 hampir selesai. “Guna memastikan penyebab kecelakaan, kami masih melakukan penyelidikan,” kata Sri.Proses pemindahan bus mengalami kendala. Mobil derek dibantu truk tronton tak mampu menarik bus dari parit. Proses itu justru memicu kemacetan hingga lebih dari tiga kilometer.Antrean kendaraan ke timur mengular hingga Perempatan BRI Kutoarjo, begitu juga kendaraan dari arah sebaliknya. Untuk mengurai kemacetan, petugas menerapkan sistem buka tutup. (tom)