SOSOK Albert Timotius Tjoclinton begitu jelas sebagai salah satu big man SMA Kolese De Britto Jogja saat itu. Ya saat SMA Kolese De Britto bergabung dalam Honda DBL 2010. Meski saat itu Albert Timotius Tjoclinton enggak sampai masuk dalam DBL First Team Jogja , tapi sumbangsih cowok kelahiran 21 Juli 1993 ini cukup besar, karena saat itu tim JB memboyong pulang gelar Champion Honda DBL 2010.Albert Timotius Tjoclinton dengan perawakan gagah dengan tinggi 180 centimeter ini punya cerita seru saat dia jadi sporter ato holligan di tempatnya kuliah saat ini, University of Arkansas.
Setelah lulus dari JB, Albert memutuskan kuliah di Amerika, di University of Arkansas ambil jurusan Civil Engineering ato Teknik Sipil.
Dulu, ayahnya juga kuliah di kampus yang sama. Di Arkansas, Albert enggak kenal siapapun. Untung aja Albert bisa tinggal di asrama yang disediakan pihak universitas selama setahun.Karena kerap main basket di lapangan outdoor kampus, Albert jadi banyak kenalan. Setelah banyak teman Albert diajak nonton olahraga Football Amerika. Olahraga ini menyerupai olahraga Rugby.
Sebagai warga asing, Albert yang enggak tahu aturan olahraga itu dan ngerasa bosan . Namun seiring berjalannya waktu, Albert dapat banyak penjelasan dari temannya terkait dengan segala aturan permainan tersebut. Albert mulai tertarik.Karena saat ini tim universitas Albert adalah salah satu tim Football Amerika terbaik di level mahasiswa, maka tiap kali mereka main, puluhan ribu suporter datang memenuhi stadion. Melihat itu, Albert memutuskan untuk ikut mendukung tim universitasnya.”Saat SMA dulu, aku dan teman-teman enggak pernah kekurangan spirit dan dukungan dari temen-temen suporter. Itu berhasil banget bikin kami semangat dan enggak mau kalah. Sekarang saatnya aku ngasih dukungan itu ke orang lain,” katanya.
Akhirnya bersama beberapa kawannya Albert mulai aktif dan konsisten datang mendukung. Mereka pun sering terlibat dalam forum diskusi tiap Senin untuk menyiapkan berbagai macam atribut yang akan digunakan untuk tim The Arkansas Razorbacks. Semua dilakukan dengan totalitas. “Jika ada pertandingan Sabtu, aku dan temen-temen mendirikan kemah di depan stadion mulai hari rabu. Kami lakukan supaya kami enggak kehabisan tiket saat loket dibuka,” terang pria penyuka nomer 12 itu.Albert menambahkan, hubungan pemain dengan suporter di sana terjalin sangat baik. Para pemain di kampus juga berbaur dengan teman lain. Saat para suporter mendirikan kemah, mereka juga enggak pernah absen untuk datang berkunjung sekadar ngobrol dan kasih makanan.
Menumbuhkan kesetiaan suporter pada sebuah tim bukan kerja mudah. Maka harus ada kerjasama dan hubungan baik antar keduanya. “Kesetiaan seorang suporter adalah salah satu keberhasilan sebuah tim,” jelas Albert.Dua bulan liburan di Indonesia telah berlalu. Besok Albert akan kembali melewati 28 jam perjalanan dengan pesawat ke Amerika. Tentu enggak lama lagi dia akan kembali menghias diri dengan cat, mengibarkan bendera ,dan berteriak penuh semangat, untuk memberi dukungan tim kesayangannya. (ata/man)