MAGELANG – Selama Operasi Ketupat Candi 2014 di wilayah hukum Polres Magelang Kota tidak ada korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Dari ratusan ribu kendaraan yang melintas Kota Magelang saat arus mudik dan balik Lebaran, polisi hanya menemukan satu kasus kecelakaan dengan korban luka ringan. “Kasus kecelakaan selama Operasi Ketupat Candi tahun ini ada satu. Korban mengalami luka lecet. Dari penyelidikan, kecelakaan terjadi karena human error,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Tommy Aria Dwianto kemarin (4/8).
Sementara itu, Kasatlantas AKP Rizeth Ariwibowo memastikan tidak ada satu pun kasus kecelakaan yang menimpa pemudik dari luar daerah yang melintasi Kota Magelang. “Yang kecelakaan orang lokal, karena plat kendaraannya sini (Kota Magelang, Red). Untuk pemudik tidak ada kasus kecelakaan,” tutur mantan Kanit Lantas Polsek Ungaran ini.Nihil kecelakaan tersebut, lanjut Rizeth, tidak lepas dari peranan kepolisian mengamankan jalannya arus mudik dan arus balik Lebaran. Selama operasi, beberapa petugas disiagakan di pos pengamanan dan titik rawan kecelakaan lalu lintas. “Untuk blackspot Kota Magelang berada di Jalan A Yani. Di sana, kami siagakan sejumlah anggota dan pospam untuk pengamanan Operasi Ketupat Candi ini,” tegasnya.
Kendati begitu, Rizeth tidak menampik di beberapa ruas jalan di Kota Magelang sempat terjadi kepadatan arus lalu lintas saat arus balik. Itu semua disebabkan jarak antara alat penanda isyarat lalu lintas (APILL) di titik-titik tertentu dinilai terlalu dekat. “Kalau kemacetan tidak ada. Hanya lampu merah di kawasan Menowo (Jalan A Yani, Red) yang jaraknya terlalu dekat, sehingga terlihat ada penumpukan kendaraan. Itu terjadi pada puncak arus balik H+3 lalu,” katanya.Rizeth menambahkan, sesuai arahan Polda Jawa Tengah, pemudik diistimewakan agar kebal tilang. Sebab, ia menilai pelanggaran yang dilakukan pemudik biasanya karena faktor ketidaktahuan dan bukan kesengajaan. “Untuk pemudik, kami cenderung melakukan tindakan preemtif dan preventif. Mereka tidak ditilang, tapi diarahkan. Kecuali warga lokal yang sengaja melanggar, seperti tidak memakai helm, menerobos lampu, dan lainnya. Semuanya tetap kami tilang,” katanya.(dem/hes)