JOGJA – Lima mahasiswa Jurusan Teknik Fisika (JTF) UGM mengembangkan PV atau photovoltaic yang lebih efisien dibandingkan PV lainnya. Penghematan ini dilakukan menggunakan termoelektrik yaitu komponen yang dapat mengonversi energi panas menjadi energi listrik menggunakan efek seeback. Kelimanya, Sindu Daniarta, Yollanda Zilviana Devi, Andhita Mustikaningtyas, Galih Pambudi dan Pandhu Picahyo.”Efisiensi PV biasanya rendah karena sebagian besar energinya dikonversi menjadi panas residu,” kata Sindu, di UGM.
Sindu mengatakan efek seeback terjadi saat kedua logam yang berbeda jenis disusun dalam rangkaian. Apabila salah satu sisi logam dipanaskan maka akan timbul arus listrik di antara kedua sisinya. Penerapan termoelektrik pada PV ini tidak mengubah susunan dan komposisi dari sel surya sehingga lebih praktis.”PV yang dilengkapi termoelektrik efisiensinya akan meningkat. Jika sebelumnya efisiensi PV berkisar 14 persen, maka dengan ditambah delapan termoelektrik efisiensinya meningkat jadi 14,3 persen,” papar mahasiswa asal Bantul ini.
Bersama Pusat Studi Energi UGM dan Laboratorium Energi Terbarukan JTF UGM, program pengembangan PV ini diwujudkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Karsa Cipta. Program tersebut berjudul Thermoelectric sebagai Heat Collector untuk Meningkatkan Efisiensi pada Photovoltaic. Karya tersebut di bawah bimbingan Rachmawan Budiarto.Sindu mengatakan PV merupakan alat yang berfungsi mengkonversikan radiasi energi matahari menjadi energi listrik. Dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal, seperti traffic light atau pompa air.
Namun, PV yang saat ini banyak digunakan hanya memiliki efisiensi enam persen hingga 14 persen karena hanya 12 persen hingga 35 persen radiasi matahari yang benar-benar dikonversikan ke energi listrik. Efisiensi PV yang rendah disebabkan sebagian besar energinya dikonversi menjadi panas residu.”Prinsipnya, jika panas residu dari PV ini dapat diminimalkan tentu meningkatkan efisiensi PV,” jelas Sindu.Program yang dikembangkan mahasiswa UGM ini sejalan dengan Rancangan Kebijakan Energi Nasional 2010-2015. Indonesia menargetkan menggunakan 25 persen sumber energi nasional yang berasal dari energi terbarukan pada 2025. (mar/iwa)