SAATini Persiba Bantul masih mengantongi enam poin. Ini masih berselisih tujuh angka dari penghuni peringkat sembilan Wilayah Timur atau zona aman degradasi.Terlebih lagi, Persiba mendapatkan keuntungan besar dalam empat pertandingan terakhir Wilayah Timur. Ya seluruh pertandingan yang mereka jalani dilakukan di Wilayah DIJ. Mereka menjadi tuan rumah tiga kali untuk PSM Makassar, Persebaya Surabaya serta Persiba Balikpapan. Sedangkan satu laga away dijalani di Maguwoharjo International Stadium (MIS) menghadapi tim musafir asal Papua, Persiram Raja Ampat.
Meskipun begitu, Pelatih Persiba Sajuri Said memilih realistis. Ia menyadari jika dilihat dari kualitas tim, Persiba masih berada di bawah calon-calon lawannya ini. Apalagi di musim ini markas Persiba Stadion Sultan Agung (SSA) sudah bukan lagi tempat angker bagi lawan. Total Persiba baru sekali menang kala menjamu Perseru Serui. Itu menjadi satu satunya kemenangan Laskar Sultan Agung di musim ini.”Ya kalau dilihat dari sisa pertandingan kami memang sudah tidak lagi ke luar Jogja. Namun sebaiknya ya realistis saja. Kami memang tidak ada apa-apanya jika dibandingkan calon-calon lawan,” tandasnya.
Selain itu, program latihan Ramadan yang sudah disusun Sajuri berantakan. Karena alasan tidak memiliki dana yang cukup, manajemen Persiba tidak memberi restu Sajuri menggelar latihan.Hal tersebut sejatinya sudah disiasati Sajuri dengan menganjurkan anak asuhnya yang tinggal di Bantul ikut latihan bersama PS Melati Muda. Tapi hingga mendekati Idul Fitri hanya penyerang Heru Kuswanto yang rutin ikut berlatih.”Ya persiapan juga kurang. Walaupun yang saya lihat Persiram juga tidak latihan selama Ramadan. Tapi tetap saja hal tersebut memang membuat saya sangat pesimistis,” sergahnya.
Sajuri sendiri mengaku suah tidak memancang target lolos degradasi. Berdasarkan prediksinya kemungkinan Laskar Sultan Agung hanya medapatkan sedikit poin dalam empat laga terakhir. Namun Sajuri berharap tim asuhannya masih memberikan perlawanan hebat kepada lawan-lawan mereka. Paling tidak dia ingin sekalipun degradasi Persiba bisa menunjukkan permainan hebat di sisa laga. “Degradasi dengan terhormat tentunya lebih baik. Jadi tentunya saya berharap anak-anak dapat tampil bagus. Jika ada kesempatan menang ya harus diambil,” paparya.
Manajer Persiba Hanung Raharjo mengakui jika perjuangan Persiba di Indonesian Super League (ISL) musim ini memang penuh darah dan air mata. Tidak tersedianya dana membuat Persiba terpaksa menurunkan kualitas tim. Pemain-pemain bintang seperti Slamet Nurcahyo (SNC), Busari dan Ezequiel Gonzales pergi. Meskipun nama terakhir akhirnya kembali ke Persiba pada putaran kedua. Para pendukung Persiba Bantul seolah mendapat air segar di tengah kehausan mereka akibat buruknya prestasi Persiba Bantul pada putaran pertama. Ya, dua mantan bintang yang pernah membawa Laskar Sultan Agung menjuarai Divisi Utama 2010/2011 Wahyu Wijiastanto dan Ezequiel Gonzales “balik kucing” ke Bumi Projotamansari.
Kedatangan kedua pemain ini lantas membuncahkan harapan pecinta Persiba kalau timnya akan lolos dari jeratan degradasi. Pasalnya saat bermain di Persiba pada masa sebelumya Tanto dan Eze benar-benar memberikan kontribusi yang sangat maksimal. Mimpi semakin sempurna lantaran Eze mampu membuat gol pada laga debutnya kontra Perseru Serui di Stadion Mandala Jayapura. Kala itu Persiba pun berhasil mencuri satu angka dai markas Perseru setelah sukses mengakhiri laga dengan hasil imbang 1-1.Sayangnya setelah itu tuah Eze dan Tanto langsung “hilang”. Dimulai dngan kekalahan kontra Persipura 0-2 juga di Stadion Mandala Jayapura, Persiba menderita rentetan kekalahan lainnya. Bahkan dua di antaranya terjadi di kandang sendiri menghadapi Persepam Madura United 0-2 serta Persela Lamongan 2-3.
Pelatih persiba Sajuri Said mengatakan, untuk Eze, sejatinya pemain ini sudah menunjukkan permainan maksimal. Hanya saja Eze tidak bisa sehebat dulu karena teman sehatinya di lini tengah Slamet Nurcahyo (SNC) sudah tidak lagi di Persiba. “Karena itulah kenapa lini tengah jadi kurang bagus,” jelasnya.Terkait Tanto, Sajuri juga mengakui eks kapten Laskar Sultan Agung ini masih jauh dari ekspektasinya. Meskipun begitu Sajuri merasa pertahanan Persiba sedikit lebih baik dengan kedatangan penggawa yang akrab disapa Tanto tersebut. (*/din/ty)