MUNGKID – Untuk kesekian kali, warga Dusun Kauman, Desa Payaman, Kecamatan Secang menerbangkan balon saat bulan Syawal di lapangan dusun setempat. Ratusan balon udara berbagai ukuran diterbangkan dalam rangka syawalan Lebaran.Berbeda dengan tahun sebelumnya, dalam menerbangkan balon udara tahun ini panitia mengambil tema Pemilu 2014. Tema ini dituangkan dalam balon yang berwarna-warni, karena peserta pemilu juga berwarna-warni. “Setelah semuanya selesai dan kembali ke Syawal, saatnya bersatu lagi sebagai sebuah bangsa yang berwarna-warni suku dan agamanya,” kata Ketua Panitia Syawalan Andri Wibowo, 22, kemarin (4/8).
Menurutya, Syawalan tahun ini, pihaknya bersama remaja dusun setempat membuat balon udara sebanyak 150 buah. Balon tersebut dibuat dari plastik dan kertas minyak dengan dana swadaya masyarakat. “Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap Lebaran hari ke-8,” jelas Andri.Balon yang dibuat sejak puasa tersebut memiliki ukuran beragam. Yakni 120 buah ukuran kecil diameter 30 sentimeter dan 30 buah ukuran besar berdiameter 1,5 meter.”Biaya lumayan banyak, karena menghabiskan puluhan bal plastik bening dan sekitar 5 rim kertas. Meski begitu, kami tetap bersemangat,” urainya.
Tradisi menerbangkan balon udara mulai dilaksanakan pada 1980-an. Tradisi itu terus dilestarikan generasi muda hingga bertahan sampai saat ini.”Selain meramaikan Lebaran, acara ini juga untuk menjalin dan mempererat tali sitalurahmi antarwarga kampung dan daerah lain,” imbuhnya.Tradisi unik ini mendapat sambutan meriah segenap warga Kauman dan sekitarnya. Bahkan, warga luar pun tertarik melihat dan mengabadikannya ke dalam foto.”Acaranya menarik dan bagus. Rasa penasaran saya terpenuhi setelah melihat dan merasakan sendiri hebohnya tradisi pelepasan balon udara ini,” ungkap Puspitasari, warga Kecamatan Dukun yang ikut hadir di acara tersebut.(ady/hes)