JOGJA – Singkong atau cassava sudah sejak lama dikenal masyarakat sebagai bahan baku makanan olahan. Keripik singkong misalnya, panganan ini sudah lama menjadi makanan kecil atau cemilan yang banyak disukai. Besarnya konsumsi masyarakat akan makanan olahan berbasis singkong, baik di dalam maupun di luar negeri menjanjikan. Mendorong tumbuhnya wirausaha yang pada umumnya merupakan pengusaha kecil dan menengah.
Kenyataannya, dalam pengolahan keripik singkong masih banyak tempat produksi yang menggunakan alat manual dalam pemotongannya. Besar kemungkinan masih terdapat banyak kecelakaan dalam proses produksi. Untuk itu alat pemotong secara otomatis dibutuhkan.Menekan kecelakaan yang terjadi pada pekerja, mahasiswa UNY membuat pemotong singkong zero accident otomatis. Para mahasiswa tersebut, Emi Nurkholif, Sidiq Wahyu Hidayat dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Hayang Sugeng Santosa (Pendidikan Fisika), dan Mita Apriyanti (Pendidikan Luar Biasa).
Menurut Emi, alat ini dengan sistem kontrol sederhana dan dengan biaya murah. Selain itu dengan alat ini pekerja tidak harus mengeluarkan tenaga. Maka alat ini mampu meringankan pekerjaan dan meningkatkan produktivitas.Perancangan Alat Pemotong Singkong Zero Accident Otomatis ini meliputi beberapa langkah. Yakni perancangan disain alat, pembuatan alat, dan pengujian alat.
Dalam pembuatan alat ini yang dilakukan adalah identifkasi dan pengadaan alat bahan yang dibutuhkan, pembuatan bagian-bagian alat, merangkai desain mekanik. “Serta terbentuknya alat pemotong singkong zero accident otomatis,” terang Emi.Pengujian dengan merangkai seluruh rangkaian yang terdiri dari kerangka mekanik, motor, dan power supply. Pengujian dilakukan untuk menguji kinerja sistem mekanik, menguji kinerja sistem kontrol, dan ujicoba kinerja alat secara keseluruhan. (mar/iwa)