JOGJA – PSIM Jogja terancam tidak dapat mempertahankan posisi puncak klasemen Grup 5 Divisi Utama 2014 tanpa bertanding. Setelah berusaha maksimal tetap menggunakan Stadion Mandala Krida saat menjamu sang saudara muda PSS Sleman Jumat (8/8) dalam laga bertajuk Derby d; Jogjakarta, panpel dan manajemen Laskar Mataram harus rela gigit jari.Ya, izin pertandingan yang diajukan ke pihak kepolisian resmi dimentahkan Polresta Jogja. Dalam surat rekomendasi kepolisian yang diterima PSIM kemarin (5/8), ada tiga hal yang dijadikan alasan Polresta Jogja untuk tidak memberikan izin pertandingan. Salah satunya adalah kondisi Stadion Mandala Krida yang tidak memungkinkan karena sedang direnovasi.
Selain itu pihak kepolisian juga masih masih menjadikan kericuhan pertandingan antara PSIM v PSS di Stadion Mandala Krida 2010 lalu sebagai bahan pertimbangan. Kala itu dengan kondisi bangunan sempurna saja, pihak keamanan gagal mengkondusifkan jalannya laga. Akibatnya kerusuhan pun pecah sehingga laga dihentikan pada pertengahan babak kedua.Ketua Panpel PSIM Ricardo Putro Mukti Wibowo menyatakan, sejatinya keputusan pihak kepolisan masih bisa berubah jika saja Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) selaku pengelola Stadion Mandala Krida memberikan lampu hijau. Sayangnya setelah sempat memberikan sinyal positif, BPO juga mengeluarkan surat pelarangan pemakaian Stadion Mandala Krida. “Dengan demikian sudah tertutup peluang kami untuk menggelar pertandingan di Mandala Krida. Jika saja BPO mengizinkan kami punya “senjata” untuk membujuk polisi menerbitkan izin pertandingan,” jelasnya dalam jumpa pers di Wisma Soeratin Sosrosoegondo kemarin (5/8).
Sejatinya PSIM masih memiliki opsi lain agar pertandingan tetap digelar pekan ini. Opsi-opsi tersebut antara lain menggelar laga di Stadion Sultan Agung (SSA) Sabtu (9/8) atau menghelat laga di markas PSS Maguwoharjo International Stadium (MIS) Jumat (8/8).Namun masalahnya PSIM belum melakukan pembicaraan intensif dengan pihak-pihak yang berkepentingan yang ada di Bantul dan Sleman. Padahal pengajuan izin pertandingan di Bantul dan Sleman hampir mustahil selesai dalam dua hari.”Ada lagi opsi di Stadion Sasana Krida AAU atau Stadion Madya Sanden, Magelang. Tapi di dua stadion ini kami tidak akan dapat pemasukan karena nggak mungkin mendatangkan penonton. Finansial kami jelas jebol kalau seperti ini,” sergahnya.
Direktur Utama (Dirut) PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Dwi Irianto menyatakan, solusi satu-satunya untuk laga ini adalah ditunda beberapa pekan. Menurutnya waktu ideal untuk menghelat laga PSIM v PSS adalah setelah rangkaian tur tandang kontra PSBI Blitar dan PSBK Blitar.Pria yang akrab disapa Mbah Putih )MP) ini menyatakan, pihaknya sudah memberikan laporan ke PT Liga Indonesia (PT LI). MP berharap PT Li memberikan pengertian dengan menyetujui permohonan penundaan pertandingan.”Keadaan kami memang tidak memungkinkan seperti ini. Saya berharap PT LI bisa memberikan pengertian,” serunya. (nes/din)