SLEMAN– Sejumlah pengurus dan anggota Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Bangun Wonosari, Gunungkidul mendatangi Mapolda DIJ, kemarin (5/8).Kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi terkait beredarnya informasi Setyo Wibowo alias Bowo Gaplek tengah mengajukan penangguhan penahanan.Sejak beberapa waktu lalu, polda menahan Bowo karena menjadi tersangka sejumlah kasus penipuan dan penggelapan.
“Kami meminta penjelasan apakah benar Saudara Bowo akan ditangguhkan penahanannya,” ungkap Kasdi Siswo Pranoto, mantan manajer KPN Bangun Wonosari yang menjadi salah satu pelapor kasus tersebut kemarin.Kasdi datang didampingi sekitar tujuh guru SD yang menjadi anggota dan pengurus KPN Bangun. Tampak pula penasihat hukum Kasdi, Suharyanto. Mereka diterima Wakil Direktur Reskrim Umum Polda DIJ AKBP Djuhandani Puro, AKBP Beja WTP dari bagian pengawas penyidik dan penyidikan serta beberapa orang penyidik perkara Bowo Gaplek.
Dalam pertemuan itu, Kasdi berharap polda tidak merespons permohonan penangguhan itu. Ia juga menambahkan, persoalan yang dihadapi Bowo belum selesai.Apalagi, belum ada komunikasi terkait kewajiban pembayaran pinjaman. “Harapannya yang bersangkutan juga bisa menyelesaikan kewajibannya,” katanya.Menyikapi itu, Djuhandani mengatakan, akan tetap bertindak profesional dalam menangani perkara tersebut. Terkait permohonan yang diajukan Gaplek, Djuhandani menyatakan itu menjadi hak tersangka.
Kendati demikian, penyidik berpendapat belum perlu untuk mengabulkan permohonan penangguhan penahanan.Alasannya, syarat-syarat untuk dikabulkannya penangguhan penahan belum terpenuhi. “Kita tidak memberikan penangguhan karena pertimbangan itu dan memberikan rasa keadilan pada pihak korban,” jelasnya.Diketahui, ada tiga hal yang menjadi pegangan penyidik untuk tetap menahan. Yakni agar tersangka tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya.
Djuhandani juga mempersilakan masyarakat baik korban maupun elemen lain seperti Jogja Police Watch (JPW) mengawasi dan mengawal perkara tersebut hingga dilimpahkan ke Kejati DIJ. “Silakan terus diawasi,” ajaknya.Kepala Biro Hubungan Masyarakat JPW Baharudin Kamba meminta agar penyidikan kasus Bowo dipercepat dan secepatnya dilimpahkan ke penuntutan.”Jangan sampai masa penahanannya berakhir tapi berkas penuntutan belum rampung. Nanti tersangka bisa lepas demi hukum. Maka sebelum batas waktu penahanan berakhir, harus segera diajukan ke pengadilan,” katanya. (fid/ila)