JOGJA – Pertumbuhan ekonomi DIJ pada triwulan kedua tahun ini mengalami penurunan sebesar 2,98 persen. Penurunan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan negatif sektor pertanian yang mencapai 37,10 persen.Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIJ Bambang Kristianto mengatakan penurunan pertumbuhan triwulan tersebut didominasi oleh tanaman bahan makanan. Pada triwulan kedua 2014, subsektor tanaman bahan makanan khususnya padi mengalami siklus pascamusim panen raya sehingga mengalami penurunan produksi mencapai 57,33 persen. “Komoditas jagung juga mengalami penurunan signifikan sebesar 87,58 persen. Akibatnya sektor pertanian memberi andil negatif sebesar 7,39 persen terhadap pertumbuhan,” jelas Bambang dalam keterangan pers Kinerja Pertumbuhan Ekonomi DIJ berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIJ di Kantor BPS setempat, Selasa (5/8).
Meski pertumbuhan negatif, tambahnya, tetapi PDRB DIJ pada triwulan kedua 2014 jika dibandingkan triwulan tahun sebelumnya mengalami peningkatan lima persen. Pertumbuhan triwulan kedua tahun ini didorong oleh pertumbuhan mengesankan disektor keuangan, jasa dan konstuksi yang besarnya di atas tujuh persen.Bambang mengungkapkan nilai PDRB DIJ 2014 mencapai Rp 17,04 triliun dan atas nilai riil atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp 6,27 triliun. Secara nominal, tambahnya, jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya. “Sektor ekonomi yang memiliki peranan terbesar dalam struktur ekonomi adalah sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 21,44 persen,” terangnya. (bhn/ila)