KALIGESING – Krisis air bersih mulai dirasakan warga Dusun Kedungkacang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Warga mulai mengonsumsi air sungai, lantaran sumber mata air di perbukitan sekitar desa mengering.Sebagian warga mengaku menggunakan air sungai itu untuk kebutuhan mencuci dan mandi. Warga lainnya juga memanfaatkannya untuk memasak dan minum. “Keluarga kami sudah tidak bisa mengandalkan mata air karena kering,” ungkap Udin, 45, warga Dusun Kedungkacang (5/8).
Warga memanfaatkan air sungai dengan cara membuat belik atau sumur kubangan sedalam satu hingga tiga meter di tepi sungai. “Dengan kedalaman itu, air dari sungai sudah tersaring dan bersih ketika memenuhi sumur belik,” kata Udin.Air belik sungai kualitasnya sama dengan mata air dari pegunungan. “Meski dari rembesan air sungai, tetapi tetap segar, tidak berbau, berwarna dan berasa,” ujarnya.Warga lain, Suwarsih, bahkan sudah mulai memasang pompa air di belik yang dibuatnya. Tidak hanya Suwarsih, terdapat belasan belik di Dusun Kedungkacang terpasang pompa air listrik. “Saya sudah memanfaatkan air sungai sebulan terakhir. Tergantung apakah kebutuhan keluarga bisa dicukupi air perbukitan, kalau tidak pasti pakai air sungai ini. Namun ada juga tetangga yang sejak sebulan lalu sudah mengonsumsi air sungai,” tutur Suwarsih.Selama mengonsumsi air sungai, tidak ada warga yang sakit akibat mengonsumsi rembesan air sungai tersebut. “Kami sudah puluhan tahun minum air sungai, khususnya ketika musim kemarau tiba, dan belum pernah ada gangguan kesehatan,” tandasnya. (tom/iwa)