TIKUSseringkali dianggap binatang menjijikkan, juga berkonotasi negatif. Tetapi itu akan terpatahkan dengan sedirinya , begitu mengetahui Ismanto. Pria ini dikenal sebagai seorang pecinta hewan. Di tangannya, binatang pengerat bisa berubah menjadi lucu dan menggemaskan. Bahkan, tikus bisa menjadi lahan bisnis yang menggiurkan.Memang, yang ini bukan sembarang tikus. Namun tikus putih atau mencit mus musculus yang saat ini tengah populer untuk dikembangbiakan. Tikus jenis ini termasuk dalam keluarga rodentia, masih kerabat dengan hamster, gerbil, tupai, dan hewan pengerat lainnya. Ismanto yang juga pecinta reptil ini memiliki ratusan ekor. Pria yang tinggal di Kampung Jambon Tempel Asri, Kelurahan Cacahan, Kota Magelang ini mampu meraih keuntungan dari bisnis jual-beli mencit alias tikus putih.
Pria berusia 37 tahun ini mengaku gemar memelihara hewan piaraan. Binatang yang dimilikinya cukup banyak. Mulai ayam, kucing, hingga ular. Semuanya menjadi hewan dianggap jinak dan bisa dipelihara di rumah. Termasuk tikus putih yang mulai dipeliharanya sejak sembilan tahun lalu.”Sudah hampir sembilan tahun ini memelihara mencit. Awalnya, suka memelihara hewan dan tertarik dengan tikus putih karena lucu, mudah dirawat, dan bisa jadi bisnis yang menjanjikan. Apalagi di Magelang ini tak banyak yang mengembangbiakannya,” ungkap Ismanto kemarin (6/8).Suami dari Tari, 36, dan telah memilik dua anak ini mengawali usaha jual-beli mencit secara tidak disengaja. Semula, ia membeli beberapa ekor di pasar seharga Rp 10 ribu. Lambat laun beranak-pinak hingga berjumlah puluhan dan ratusan ekor.”Memberi makannya mudah sekali. Kebetulan di rumah meneruskan usaha Bakmi milik orang tua yang setiap hari selalu ada sisa makanan. Sisa makanan ini saya kasihkan ke mencit dengan ditambah biji-bijian,” paparnya.
Sebelum diperjual-belikan, alumnus STM Penerbangan ini mengaku mencit yang dimiliknya selalu jadi santapan puluhan ular peliharaannya. Sampai sekarang, kebiasaan itu masih dilakukan sembari mengembangkan bisnis jual-beli mencitnya.”Mencit cocok untuk pakan ular. Teman-teman yang memelihara ular, banyak mencari mencit. Konsumen saya banyak dari kalangan ini, selain juga untuk dipelihara (pet). Jualan hanya lewat online, dengan memanfaatkan facebook, path, website, dan media sosial lain,” akunya.Ketua Komunitas Reptil Magelang (Korem) ini mengaku, selain memelihara mencit untuk memenuhi hasrat hobi, juga ada permintaan dari pelanggan. Hampir setiap bulan, ia mengirim pesanan puluhan ekor tikus putih ke sejumlah daerah di Pulau Jawa, Sumatera. Bahkan, ia juga berjualan hingga Papua.”Harga per ekornya murah, Rp 3 ribu -Rp 100 ribu. Termurah untuk jenis tikus albino atau putih. Sedangkan yang mahal adalah tikus warna emas. Yang paling favorit untuk piaraan adalah jenis tikus belang hasil perkawinan silang. Karena indah dipandang,” katanya.(dem/hes)