SLEMAN– Bupati Sleman Sri Purnomo kemarin (7/8) memimpin upacara pemberangkatan jenazah Ircham Darmasta Gumilang. Dia adalah mahasiswa Fakultas Pertanian UGM yang tewas tertimpa pohon di kompleks UGM Selasa (5/8).Jenazah diberangkatkan dari rumah duka Dusun Jaten RT 01 RW 22 Sendangrejo, Minggir. Selain Sri Purnomo, hadir juga pada pemakaman ini para pejabat di lingkungan UGM, serta mahasiswa seangkatan almarhum.Angin kencang yang terjadi Selasa (6/8) menumbangkan sejumlah pohon di kampus UGM. Peristiwa ini juga terjadi di beberapa wilayah lain di Kabupaten Sleman dan Kota Jogja. “Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada,” kata Sri Purnomo.Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Jogjakarta memaparkan, kecepatan angin yang terjadi di kawasan kampus UGM, Selasa (5/8) pukul 12.30 lalu, dinilai masih di bawah angin ekstrem seperti puting beliung.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG stasiun Geofisika Jogjakarta Tony Agus Wijaya mengatakan, kecepatan angin ini juga dipengaruhi faktor pohon rimbun di kawasan tersebut. “Kecepatannya hanya di kisaran 40 km/jam,” kata Toni. Meski kejadian itu sempat memakan korban, potensi angin kencang di wilayah DIJ pada Agustus ini sangat kecil. Secara faktor lokal, memang wilayah DIJ terpengaruh gangguan cuaca. Hal itu disebabkan karena ketidakseragaman cuaca di berbagai daerah, sehingga memicu angin dengan pola cepat. “Agustus puncak kemarau, potensi angin kecang lebih kecil dibanding pancaroba pada Maret,” tambahnya. Untuk faktor lokal, terdapat tempat di wilayah DIJ yang lebih tinggi. Sebagian lagi di wilayah rendah. Sehingga memicu perbedaan suhu permukaan.
Faktor regionalnya, ada gangguan cuaca di sekitar wilayah selatan Pulau Jawa. Termasuk badai tropis di wilayah Pulau Sumatera. Meskipun jaraknya jauh dengan DIJ, tetap mempengaruhu pola angin. “Cuaca yang tidak seragam akan memicu aliran angin. Sehingga angin akan berkumpul ke daerah yang lebih panas,” jelasnya. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Salah satunya mengurangi pohon-pohon yang rimbun dan mengecek baliho. Hal itu untuk megantisipasi jika ada angin kencang, tidak mengancam keselamatan warga.(fid/din)