JOGJA– PSIM Jogja akhirnya dapat bernafas lega. Setelah Panpel PSIM Jogja gagal menyelenggarakan pertandingan kontra PSS Sleman sesuai jadwal yang seharusnya yakni Jumat (8/8), PT Liga Indonesia (PT LI) membuat keputusan resmi yang menguntungkan mereka.Operator kompetisi Divisi Utama 2014 tersebut setuju untuk menunda pertandingan bertajuk Derby d’ Jogjakarta ini.Hal tersebut disampaikan langsung Manajer Administrasi Kompetisi PT LI Darwis Satmoko. Menurut Darwis, setelah melakukan pertimbangan pihaknya sepakat untuk menjadwal ulang pertandingan PSIM kontra PSS. Keputusan ini di antaranya didasari perjuangan panpel PSIM Jogja yang telah berusaha keras menyelenggarakan laga tepat waktu. “Ya, kami sepakat untuk menunda pertandingan ini. Meskipun gagal panpel PSIM sudah berusaha keras agar pertandingan ini dihelat sesuai jadwal yang seharusnya,” jelas pria asal Solo, Jawa Tengah ini.
Laga ini akhirnya ditunda 11 hari, yakni beralih ke tanggal 19 Agustus mendatang. Menurut Darwis, tanggal tersebut adalah yang paling ideal bila melihat jadwal yang sudah terusun. Sebab baik PSS maupun PSIM sama-sama menjalani libur delapan hari usai bertanding pada 15 Agustus.”Jadi dari 16 Agustus sampai 22 Agustus PSS dan PSIM sama-sama tidak ada pertandingan. Nah, untuk itu laga antara kedua tim kami sisipkan saja di antara periode tanggal tersebut,” tegasnya.PT LI resmi menunjuk Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul sebagai venue diselenggarakannya laga ini. Darwis menyatakan, laga tersebut harus terlaksana. Bila Panpel PSIM kembali gagal menyelenggarakan pertandingan, PT LI bakal menyerahkan kasus ini kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Dimintai komentar soal kemungkinan PSIM berbenturan dengan izin dari Kepolisian Resor (Polres) Bantul, Darwis enggan menjawab. Saat ini PT LI masih berasumsi jika panpel tidak menemui masalah menggelar laga di Bantul. “SSA adalah tempat yang paling representatif untuk menggelar pertandingan ini. Karena hal itulah kami memilih tempat tersebut untuk menggelar pertandingan,” jelasnya.Ketua Panpel PSIM Jogja Ricardo Putro Mukti Wibowo bersyukur dengan keputusan PT LI. Sebab dengan begitu PSIM terhindar dari sanksi kalah WO.Pria yang akrab disapa Edo ini juga bersyukur karena SSA yang dipilih oleh PT LI. Dengan begitu PSIM dapat memaksimalkan pendapatan dari tiket pertandingan. Menyoal kemungkinan sulitnya menggelar laga di Bantul, Edo cukup optimistis Polres Bantul memberikan lampu hijau untuk gelaran derby ini. “Setelah munculnya keputusan ini besok (hari ini, Red) kami rapat. Setelah semua disepakati barulah kami bakal berbicara dengan pihak terkait di Bantul,” ungkapnya.
Di bagian lain, penundaan laga kontra PSS dimanfaatkan Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiantara untuk mematangkan skuadnya. Kekosongan jadwal pada Jumat (8/8) diisi dengan pertandingan uji coba menghadapi salah satu klub lokal. PS Bharata disebut-sebut menjadi calon lawan terkuat di laga uji coba ini. (nes/din)