BAMBANGLIPURO – Para petani Dusun Kedon, Sumbermulyo, Bambanglipuro yang tergabung dalam kelompok tani (klomtan) Mandiri menggelar tradisi Nggagaki atau Wiwitan kemarin (6/8). Tradisi yang dikemas dengan kirab budaya ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, tradisi yang baru diselenggarakan kali pertama ini juga bertujuan mempersatukan kembali masyarakat. Sebab suhu politik pada pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) beberapa waktu lalu diakui sempat merenggangkan hubungan sosial masyarakat setempat.Ketua Panitia Pelaksana Suwanto menceritakan para petani sejatinya telah menggelar tradisi wiwitan setiap tahunnya. Hanya saja, tradisi tersebut dihelat oleh masing-masing petani.
“Baru kali ini digelar serentak karena untuk mempersatukan kembali masyarakat,” terang Suwanto di sela-sela acara.Tradisi Wiwitan diawali dengan kirab budaya. Para petani mengarak gunungan yang berisi beragam jenis hasil bumi dan ubo rampe ke tengah area persawahan.Kemudian tokoh masyarakat setempat didapuk sebagai pemimpin untuk menggelar ritual doa. Setelah itu, melakukan panen padi secara simbolis. “Ini bentuk rasa syukur atas panen yang melimpah,” ungkapnya.Menurutnya, tahun ini sebanyak 220 petani Dusun Kedon menanam padi di atas lahan 20 hektare. Dengan menerapkan program System of Rice Intensification (SRI) yang digulirkan pemerintah. Para petani dapat menghasilkan 74,40 ton gabah kering giling dari target 67,72 ton.
Sementara itu, Lurah Sumbermulyo Ani Widayani mengapresiasi atas keberhasilan program ini. Sebab banyaknya hasil panen dapat turut meningkatkan kesejahteraan para petani. “Acara tradisi Wiwitan juga harus tetap dilestarikan,” ungkapnya. (zam/ila)