JOGJA – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus memperbaiki fasilitas pendukung proses belajar mengajarnya. Setelah membangun Gedung Olah Raga (GOR), giliran UNY membangun gedung pusat lab (laboratorium) seni musik dan tari. Pembangunan gedung tersebut merupakan proyek Islamic Develompent Bank (IDB). Yakni di bawah payung program The Development and Upgrading of Seven Universities in Improving the Quality and Relevance of Education in Indonesia. Dibangun dengan luas bangunan 2.650 m2.”Proyek ini didanai proyek IDB yang berasal dari APBN senilai Rp 16,8 miliar,” kata Direktur Eksekutif Proyek Implementasi Unit IDB UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa di sela peletakan batu pertama (6/8).
Program ini mendukung perbaikan kapasitas dan modernisasi universitas, perbaikan layanan, peningkatan daya saing nasional dan internasional. Termasuk penguatan sumber daya manusia.Kegiatan utamanya, construction of new building, supporting infrastuctures, curriculum development program, staff development, research grant dan project implementation unit. Namun, karena keterbatasan anggaran, maka pada 2014 baru dibangun satu gedung empat lantai, yaitu laboratorium seni musik dan tari.”Untuk construction of new building akan dibangun 14 gedung yang tersebar di tujuh fakultas, rektorat dan program pascasarjana UNY,” kata Sutrisna Wibawa.
Rencananya, pengerjaan gedung lab seni musik dan tari mulai Agustus hingga Desember. Sesuai asal usul anggaran, maka bangunan gedung ini bercirikan khas IDB Project. Namun tetap terintegrasi dengan bangunan gedung UNY yang sudah ada. Selain untuk praktik seni tari dan seni musik, gedung ini akan dijadikan studio musik kedap suara. “Gedung ini bisa digunakan untuk rekaman audio maupun audio visual,” katanya. Rektor UNY Prof Dr Rochmat Wahab berharap pembangunan gedung laboratorium seni dan tari dapat mendukung dan meningkatkan kualitas perkuliahan di UNY. Selain UNY, perguruan tinggi lain yang mendapatkan dana IDB seperti Universitas Tanjungpura Pontianak, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Univeritas Negeri Surabaya, Universitas Sam Ratulangi Manado, Universitas Negeri Gorontalo, dan Universitas Syiah Kuala Aceh.
“IDB tidak hanya didapatkan oleh perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama. Namun merambah ke perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dimulai dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung,” terang Rochmat. (mar/iwa)