SEWON – Berbagai aksi berbau gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mendapatkan perhatian ekstra Polres Bantul. Setidaknya itu ditandai dengan penghapusan mural yang dinilai berbau ISIS di dinding pagar kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta kemarin (7/8).Mural tersebut bertuliskan ISI Sewon Yogya Paris. Meski begitu, Kapolres Bantul AKBP Surawan menilai mural tersebut dapat diidentikan dengan ISIS. Alasannya, ketika tulisan ISI Sewon disingkat dapat menjadi ISIS. “Kita teliti secara mendalam. Ketika tulisan digabung jadinya ISIS,” terang Surawan yang turut mengawasi proses penghapusan mural tersebut.
Surawan mengaku mengetahui mural tersebut setelah melintas di jalan raya Parangtritis. Setelah itu, dia berhenti dan meminta anggota polres untuk menghapusnya. “Sekitar pukul 08.30 tadi,” ujarnya.Dia menegaskan penghapusan mural maupun berbagai atribut berbau ISIS bertujuan agar masyarakat tidak ikut dalam aksi dan menolak gerakan radikal ini. Namun demikian, polres hanya akan memberikan imbauan dan pengarahan kepada warga yang kepergok memasang atau menggunakan atribut ISIS. “Simpati dengan keadaan di sana boleh. Tetapi jangan ikut-ikutan,” tegasnya.Pertimbangannya, ketika gerakan ISIS dibiarkan berpotensi dapat memecah-belah negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Guna mencegah munculnya atribut ISIS, Surawan telah menginstruksikan anggotanya untuk melakukan patroli rutin. “Terkait siapa yang membuat mural maupun yang memasang bendera ISIS di Pandak mungkin orang iseng atau orang yang bersimpati saja,” bebernya.
Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu terdapat sejumlah bendera ISIS berukuran besar terpasang di Dusun Pijenan, Wijirejo, Pandak.Terpisah, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Bantul Yasmuri mengatakan, FKUB akan menjalin komunikasi dengan polres. Agar dapat dirumuskan langkah strategi bersama. “Untuk membentengi masyarakat agar tidak ikut terseret,” terangnya. (zam/ila)