JOGJA – Bermula dari pertemanan saat bersekolah di SMA Stella Duce Kotabaru Jogja, lima sahabat bertemu dalam bisnis. Itulah Evi Lisiana, Lanny Susanti, Riema Herpatria, Alice Lilianti, dan Sri Wijajanti Utomo.
Lima orang tersebut akhirnya sepakat membuka usaha Cafe Cangkir 6 Joglo Bintaran di Jalan Bintaran Tengah 16 Kota Jogja. Sebelumnya, alumni 1989 tersebut pernah membentuk Global Srikandi Reswara. Selama 25 tahun mereka tidak bertemu. “Kami dipertemukan lewat BlackBerry Messenger atau BBM,” kata Lanny ditemani Riema pada Malam Syukuran dan Launching Cafe Cangkir 6 Joglo Bintaran, beberapa waktu lalu (4/8).
Dari pertemuan tersebut, kelima srikandi tersebut sepakat membuka usaha bersama. Melalui berbagai pertimbangan, lantas mereka sepakat mendirikan Cafe Cangkir 6 Joglo Bintaran pada 13 April 2014. “Tentu saja, bukan bisnis semata yang ingin kami capai. Tetapi lebih pada tempat bertemunya lima sekawan ini,” katanya.Adapun dipilihnya joglo sebagai tempat usaha, karena mereka sama-sama menyukai bangunan tersebut. Joglo tersebut, ungkap Lanny, merupakan salah satu tempat bekas peristirahatan Sultan HB VII.
“Jadi termasuk peninggalan heritage. Makanya, kami tidak mengubah apapun dari bangunan itu. Kami ingin mempertahankan bangunan tradisional,” katanya.
Meski baru dibuka empat bulan, Cangkir 6 mendapat respons cukup baik. Terutama suasananya dan menu yang disajikan. “Kami menyediakan menu tradisional,” tegasnya.Beberapa menu yang disediakan, mulai nasi goreng dan bakmi Jawa, nasi merah, berikut sayur cabai hijau dan baceman. Minumannya juga standar, ada teh dan kopi. Di Cafe Cangkir 6 ini, ada minuman yang menjadi unggulan. Yaitu, ice tea lychee.Cafe Cangkir 6 berkapasitas 200 orang tersebut sering digunakan untuk reuni, syawalan, pertemuan trah, hingga arisan. “Kami berencana menjadikan Cangkir 6 sebagai pusat informasi kopi. Sekarang kami tengah mengumpulkan informasi mengenai kopi,” katanya. (bhn/ila)