PURWOREJO – Program donasi di toko-toko modern seperti dikeluhkan. Donasi yang dikumpulkan dari kembalian uang belanja konsumen tersebut tidak diketahui peruntukannya.Biasanya, konsumen yang berbelanja di toko-toko modern saat pembayaran dan ada uang kembalian dengan nominal mulai Rp 100 hingga Rp 500 selalu diminta kasir untuk disumbangkan.Ternyata banyak konsumen yang sebenarnya enggan mendonasikan uang kembalian itu. Namun seringkali tidak bisa menolak, lantaran banyak konsumen lain antre dan malu kalau harus berdebat.Program donasi toko modern itu ternyata tidak diberitahukan ke pemerintah setempat. Program tersebut luput dari pengawasan bidang sosial, regulator kegiatan donasi. “Kami belum pernah mendapat permohonan izin program donasi dari toko-toko modern itu,” kata Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans Purworejo Sri Lestariningsih.
Setiap program donasi atau pengumpulan dana bantuan maupun penarikan undian harus mengantongi izin bagian sosial pemkab. Izin diperlukan untuk pengawasan agar tidak merugikan masyarakat. “Mungkin izinnya langsung ke Kemensos RI. Sebab mereka perusahaan besar, kalau tidak izin maka reputasi mereka jadi taruhan,” ujarnya.Setiap program donasi sebenarnya tidak mengikat. Masyarakat tidak wajib memberikan sumbangan, boleh menolaknya. “Sebaiknya supervisornya bisa menjelaskan langsung kepada konsumen tentang program itu. Supaya tidak ada sangkaan bahwa program tersebut hanya akal-akalan,” katanya. (tom/iwa)