TERSANGKABambang Tedi ditangkap dan langsung ditahan pada Rabu (6/8) karena dianggap tak kooperatif. Saat akan ditangkap, tersangka mengaku sakit pegal linu, sehingga penyidik harus menghadirkan tim dokter dari Dokkes Polda DIJ. Penangkapan Bambang dilakukan karena yang besangkutan dipanggil dua kali namun tak mengindahkan. Tim dokter menyatakan tersangka sehat dan bisa diperiksa.
Penahanan tersangka didasarkan alasan subjektif dan objektif yang diatur dalam pasal 21 KUHAP. Sesuai pasal induk yang dijeratkan, yakni 378 KUHP, subside pasal 372 dan 263 KUHP dan atau pasal 3,4,5 UU No. 8/2010 tersangka diancam hukuman lima tahun. Itu sebagai pertimbangan objektif penahanan tersangka. Sedangkan pertimbangan subjektif didasari kekhawatiran penyidik bahwa tersangka bakal melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya.
Direskrimsus membeberkan bahwa dari pemeriksaan penyidik, tersangka mengaku telah membelanjakan sebagian uang dari korban untuk membeli dua mobil mewah, yakni Hammer dan Jaguar. “Sembilan miliar sudah dibelanjakan. Empat miliar buat beli mobil, yang lima miliar lupa, katanya,” ungkap Kokot. (yog/laz)