JOGJA – Panpel pertandingan PSIM Jogja harus bekerja keras untuk mencari tempat digelarnya laga bertajuk Derby d’ Jogjakarta kontra PSS Sleman 19 Agustus mendatang. Meskipun PT Liga Indonesia (PT LI) sudah menunjuk Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul sebagai venue laga, panpel PSIM hampir pasti tidak dapat menggunakan markas Persiba Bantul ini menjau sang saudara muda.Sulitnya Panpel PSIM menggelar pertandingan di Bantul tidak lepas dari keengganan Polres Kabupaten Bantul memberikan izin keramaian untuk pertandingan klasik ini. Kapolres Bantul AKBP Surawan menegaskan, pihaknya tidak akan merestui gelaran Derby d; Jogjakarta di wilayah hukum Bantul.
Menurut Surawan terlalu berisiko bila mengizinkan PSIM dan PSS mentas di SSA. Sebab, pertandingan ini sangat berpotensi menimbulkan “bentrok” antarsuporter. Saat pertandingan ini dihelat di Maguwoharjo International Stadium (MIS) akhir April lalu saja, kepolisian Sleman sudah kewalahan menanggulangi keributan yang terjadi antara pendukung PSS dan PSIM.”Kami tidak akan memberikan izin pertandingan untuk laga se-rawan ini. Jadi bisa saya pastikan Polres Bantul tidak akan merestui digelarnya pertandingan antara PSIM v PSS,” jelasnya.
Surawan memberikan perbandingan PSIM dan PSS dengan klub kebanggaan Kabupaten Bantul Persiba Bantul. Kata Surawan, Persiba saja pernah tidak diberikan izin bermain di SSA. Apalagi PSIM dan PSS yang notabene bukan klub Bumi Projotamansari.”Pertandingan ini jelas tidak akan mendatangkan manfaat bagi wrga Bantul sebab yang bermain bukanlah klub asal Bantul. Jadi buat apa memberikan izin,” sergahnya.Meskipun mendapat sinyal buruk dari pihak keamanan, panpel PSIM optimistis laga derby dapat digelar di SSA. Ketua Panpel PSIM Ricardo Putro Mukti Wibowo mengungkapkan dipilihnya SSA sebagai tempat diselenggarakannya laga kontra PSS juga disebabkan keinginan PSIM menjamu Super Elang Jawa (Super Elja) di Bantul.
Edo-sapaan akrab Ricardo- menambahkan, tidak mungkin panpel PSIM mengajukan Bantul ke PT LI jika pihaknya belum mendapat sinyal positif dari unsur-unsur yang ada di sana. “Kami optimistis pertandingan dapat digelar di Bantul,” terangnya.Kata Edo setelah rapat kemarin sore panpel PSIM segera bergerak untuk memproses izin pertandingan di SSA. Namun jika akhirnya benar-benar mental, PSIM pasti bergerak cepat mencari stadion pengganti.”Setelah ini kami langsung bergerak memproses perizinan. Laga memang masih sekitar dua pekan lagi. Namun jangan sampaia kami malah jadi berkejar kejaran dengan waktu,” terangnya.
Terpisah, meskipun sudah menunjuk SSA, PT LI tidak akan mempermasalahkan bila pertandingan PSIM v PSS tidak dihelat di Bantul. Manajer Administrasi Kompetisi PT LI Darwis Satmoko menyatakan, panpel PSIM boleh saja memindah laga dari SSA jika benar-benar tidak mendapatkan restu dari kepolisian Bantul.”SSA itu adalah tempat rujukan kami. Tapi jika tidak bisa boleh-boleh saja PSIM menggelar laga di stadion lainnya. Soal tempat kami suah menyerahkan sepeuhnya pada panpel mereka,” jelas Darwis. (nes/din/ty)