BANTUL – Meskipun sudah sangat sulit lolos dari jurang degradasi ke Divisi Utama 2015, Persiba Bantul tetap layak memperjuangkan empat sisa laga yang mereka punyai di ajang Indonesian Super League (ISL) 2014 Wilayah Timur. Alasannya, secara matematis, Laskar Sultan Agung-julukan Persiba Bantul- sejatinya masih memiliki asa bertahan di kompetisi kasta tertinggi ini tahun depan. Dengan raihan enam poin dari 16 pertandingan, Persiba masih bisa meraih 12 poin lagi. Kebetulan, jarak mereka dari zona aman hanya berselisih tijuh angka.
Tim terbawah zona aman Wilayah Timur untuk sementara masih dipegang PSM Makassar. Saat ini PSM berada di peringkat sembilan dengan capaian 13 angka dari 14 pertandingan.Kebetulan, hari ini Persiba bakal menjamu klub berjuluk Juku Eja ini dalam pertandingan tanpa penonton di Stadion Sultan Agung. Jadi sore ini Ezequiel Gonzales cs bakal menjalani pertandingan hidup mati. Jika menang, asa Persiba lolos dari degradasi tetap terjaga. Namun bila kalah, klub besutan Sajuri Said ini resmi turun kasta ke Divisi Utama musim mendatang.
Karena itulah Sajuri menganggap laga menghadapi PSM ini sangat penting. Ia mengakui Persiba sudah 90 persen turun ke kompetisi kasta kedua. Namun dia tidak ingin proses perpisahan Persiba dengan kompetisi kasta tertinggi terlalu “sederhana”. “Jadi sebisa mungkin kepastian kami turun kasta ke Divisi Utama ditunda selama mungkin. Untuk itulah dalam sisa laga kami harus bisa mendapatkan poin sebanyak mungkin. Laga menghadapi PSM jelas harus menjadi awal,” tegasnya kemarin (7/8).Sayangnya persiapan Persiba dalam pertandingan ini superacak-acakan. Bayangkan, setelah libur berlatih sepanjang Ramadan, Sajuri baru kembali mempersiapkan timnya H-3 sebelum laga. Pada latihan pertama pun ada beberapa pemain yang belum menampakkan batang hidungnya.
Bahkan, hingga kemarin gelandang Arwin Rabdha dan bek sayap Stevie Bonsapia belum terlihat di Bumi Projotamansari. Terhadap Stevie, barangkali Sajuri masih bisa memaklumi karena pada laga kontra PSM pria asal papua ini absen lantaran menerima hukuman akumulasi kartu kuning. Namun untuk Arwin, ketidakhadirannya dalam latihan kemarin jelas layak membuat khawatir. Ya, Sajuri sejatinya menjadikan Arwin sebagai inti permainan Persiba kontra PSM. Hal ini sangat wajar sebab Arwin adalah pria asli Makassar sehingga tentu sangat paham bagaimana cara Tim Juku Eja bermain.
“Selain itu harapan saya Arwin mencurahkan seluruh tenaganya untuk laga kontra PSM. Biasanya motivasi pemain selalu berlipat ketika menghadapi tim kampung halamannya. Apalagi di awal musim ini Arwin ditendang dari seleksi PSM,” jelasnya.Kapten Persiba Ezequiel Gonzales mengatakan, kemenangan merupakan harga mati untuk Persiba. Senada dengan Sajuri, Eze mengatakan timnya tidak boleh menyerah hanya karena melihat konstelasi Wilayah Timur saat ini. “Secara matematis kami masih bisa lolos dari degradasi. Untuk itu semua harus diperjuangkan sampai titik darah penghabisan,” paparnya.Di pihak PSM, Cartecker pelatih Assegaf Razak mengatakan, timnya bakal mengusung permainan cepat di SSA. Bermain tanpa tekanan suporter tuan rumah jelas harus bisa dimanfatkan Syamsul Bachri Chaerudin dkk. “Selain itu kemenangan juga semakin menjauhkan kami dari degradasi,” imbuh suksesor Rudy Keltjes ini. (nes/din/ty)