JOGJA – Cobaan demi cobaan sepertinya tidak henti-hentinya menimpa tim tertua di DIJ PSIM Jogja. Setelah tidak mampu menjamu PSS Sleman sesuai jadwal seharusnya Jumat (8/8), mereka kembali mendapat kabar buruk. Salah satu peserta Divisi Utama 2014 Grup 5 Persenga Nganjuk resmi mengundurkan diri dari kompetisi kasta kedua. Mundurnya Persenga mau tidak mau membuat konstelasi klasemen Grup 5 berubah total. Sebab, dalam regulasi kompetisi Divisi Utama, poin yang didapat sebuah tim dari klub terdiskualifikasi atau mengundurkan diri harus dihilangkan. Karena mendapatkan enam poin bersih dari Persenga, otomatis PSIM kini hanya mengoleksi 12 poin dari semula 18.
Hal ini jelas sangat merugikan Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja. Ya, dengan perolehan 12 poin PSIM harus rela menyerahkan tampuk pimpinan klasemen Grup 5 kepada PSBI Blitar. PSBI yang justru mengalami kekalahan dari Persenga sama sekali tidak mengalami pemotongan poin sehingga masih mengoleksi 17 poin.Direktur Operasional PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Jarot Sri Kastawa menyatakan, pengunduran diri Persenga sangat membuat PSIM tidak nyaman. Menurut Jarot, kerugian juga menimpa sisi finansial lantaran PSIM sudah menggelontorkan dana untuk bertandang ke Nganjuk.
“Di Nganjuk kami memang menang WO, tetapi kan kami juga mengeluarkan uang demi bertolak ke Persenga. Sekarang poin dari menang WO atas Persenga ini malah dihilangkan. Jelas hal ini sangat merugikan PSIM,” jelasnya.Jarot mengatakan, manajemen PSIM sudah tidak dapat melakukan apa-apa lagi. Sebab, penghilangan poin yang didapat dari klub mengundurkan diri sudah tertuang dalam manual liga.Asisten Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto menyatakan, pengunduran diri Persenga ini membuat pemain dan jajaran pelatih harus kembali berjuang menghindari degradasi. Dengan capaian 12 poin dan berada pada peringkat keempat Grup 5, PSIM hanya berjarak empat poin saja dari penghuni zona degradasi PSBK Blitar.
PSIM memang diuntungkan dengan sisa dua pertandingan kandang. Tapi masalahnya, dalam waktu dekat PSIM terlebih dahulu wajib menjalani dua laga tandang ke Blitar kontra PSBI Blitar dan PSBK Blitar. “Yang membuat pusing susunan jadwal sangat tidak memungkinkan. Kami harus bertandang dulu ke Blitar menghadapi PSBI dan PSBK,” jelasnya usai membawa PSIM menang 6-0 atas PS Bharata di Stadion Mandala Krida kemarin.Demi lolos degradasi, Erwan mengatakan dua laga kandang benar-benar harus disapu bersih. Ia pun berharap PSIM dapat mengumpulkan angka sebanyak-banyaknya dalam lawatan ke Blitar demi menjaga harapan lolos ke babak 16 besar. “Mau tidak mau dua kandang harus dimenangkan. Satu laga bakal berjalan berat karena harus menghadapi PSS,” paparnya.
Berbeda dengan PSIM, pengunduran diri Persenga cukup menguntungkan tim DIJ lainnya PSS Sleman. Ya, saat ini PSS justru naik ke peringkat tiga dengan perolehan nilai sama dengan PSIM 12.Meskipun begitu Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Supardjiono mengatakan, sejatinya mundurnya Persenga tak memberikan banyak keuntungan bagi PSS. Sebab dengan sisa tiga laga, maksimal PSS hanya bisa mengumpulkan 21 poin.Yang jadi masalah, satu laga lain dijalani menghadapi saudara tua mereka PSIM. Jika kalah lawan PSIM, maksimal PSS hanya mengumpulkan 18 poin. Angka yang belum aman untuk merealisasikan target ke 16 besar/”Waktu masih ada Persenga kami masih bisa aman jika kalah dari PSIM. Kalau sekarang jelas nggak bisa kalah,” jelasnya. (nes/din)