MAGELANG – SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang lahir untuk membangun generasi emas melalui pendidikan karakter Islami. Untuk itu, mereka melakukan berbagai usaha. Salah satunya mulai dengan tenaga pengajar yang berkompeten. Di antaranya, minimal, pengajar harus bisa membaca Alquran, hafal surat pendek, hadis ringan, doa-doa harian, dan terbiasa melaksanakan ibadah wajib dan sunnah.”Segenap guru dan karyawan SD Mutual komit menjaga kualitas belajar mengajar, meski secara umum latar belakang guru banyak yang tidak keguruan atau bukan sarjana pendidikan,” kata Kepala Sekolah SD Mutual Kota Magelang Salamun SAg MPdI kemarin (8/8).
Kualitas sekolah ini sudah teruji. Ini terbukdi dengan perolehan peringkat pertama ujian SD/MI se-Kota Magelang, sejak bernama Ujian Akhir Berstandar Nasional (UASBN), Ujian Nasional (Unas), dan Ujian Sekolah (US) yang disabet tujuh tahun berturut-turut. Yakni, mulai angkatan kedua (2007/2008) hingga ke delapan (2013/2014). Kini, sekolah ini berada di peringkat ke-70 tingkat Provinsi Jawa Tengah dari sekitar 19 ribu SD/MI. “Setiap tahun, kami selalu mewakili Kota Magelang dalam even Olimpiade Sains Nasional (OSN) di tingkat Jawa Tengah. Bahkan pada 2012 bisa maju ke tingkat internasional. Yaitu, International and Sains Olimpiade (IMSO) di India dan meraih medali perunggu,” papar pria yang memulai karir mengajarnya di MI Secang Kabupaten Magelang tersebut.Soal akreditasi sekolah, SD Mutual pada 2014 meraih angka 97 (A). Adanya capaian tersebut, berarti meraih nilai tertinggi di Kota Magelang untuk jenjang akreditasi SD/MI. Sekarang, SD Mutual tengah mempersiapkan mendapatkan predikat dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) dalam penerapan manajemen mutu untuk meraih Standar Nasional Indonesia (SNI) Award dan ISSO.
Sejak 2010, SD Mutual menerapkan metode pembelajaran dengan semi billingual. Yaitu, bahasa Indonesia dan Inggris untuk mata pelajaran Matematika dan IPA. Ini berlaku pada kelas III hingga VI. Bahkan soal-soal ulangan semesteran, 15 persen menggunakan bahasa Inggris. “Kebijakan kami untuk mengalokasikan dana peningkatan SDM guna studi lanjut bagi guru dan karyawan. Hasilnya, hingga kini ada delapan guru bergelar Master(S2) dan empat guru dalam proses menyelesaikan studi lanjut S2,” kata pria yang meraih gelar S1 dari STAIN Salatiga.Sejalan banyaknya guru yang melaksanakan studi lanjut S2, SD Mutual juga menjalin kerja sama dengan sekolah di luar negeri. Di antaranya dari Jepang dan Malaysia. Penjajakan dimulai saat mengikuti program study exchange ke Jepang pada 2011 dan ke Malaysia pada 2012. Kemudian, ditindaklanjuti kedatangan lawatan rombongan guru dari Malaysia pada bulan Mei 2014 ke SD Mutual.”Kami juga mampu membangun gedung perpustakaan, laboratorium komputer, dan laboratorium bahasa sekitar Rp 1 miliar. Gedung ini dilengkapi koleksi buku-buku perpustakaan yang lengkap. Perpustakaan yang diberi nama mutual library dan diresmikan Ketua PP Muhammadiyah Prof DR Din Syamsuddin tersebut berbasis digital,” jelasnya.
Salamun mengemukakan, dari hasil seleksi lomba sekolah unggulan SD/MI-SMA/SMK/MA tingkat Provinsi Jawa Tengah 2013 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), SD Mutual meraih skor nilai tertinggi. Sehingga dalam kegiatan yang merupakan kerja sama dengan Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, sekolah yang beralamatkan di Jalan Tidar Nomor 21 Kota Magelang tersebut dinobatkan sebagai sekolah unggulan di Jawa Tengah.”Berdasar surat edaran dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, SD Mutual termasuk kategori tiga sekolah unggulan dari wilayah Jawa Tengah untuk jenjang SD/MI, sehingga banyak sekolah-sekolah baik dari lingkungan Muhammadiyah maupun yang lain datang berkunjung atau studi banding,” tegas bapak dua anak tersebut.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad juga pernah menyempatkan diri mengunjungi SD Mutual yang berada satu kompleks dengan Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang di Kampus I pada 5 April 2014. Pria asal Makasar tersebut disambut para siswa dengan berbagai poster bertuliskan, mulai “Aku Suka KPK”, “Menyontek = Korupsi”, hingga “Anak SD Jujur, Pejabat?”Kunjungan tersebut dimanfaatkan sekolah untuk mempraktikkan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) soal materi lembaga negara. Salah satunya KPK. “Kunjungan Abaraham Samad juga memotivasi kami belajar kejujuran. Makanya, menjelang ujian akhir siswa kelas VI, kami membuat pakta integritas yang ditandatangani siswa, guru, kepala sekolah, dan komite sekolah. Ini bagian komitmen kami membangun generasi emas melalui pendidikan berkarakter islami,” tandasnya. Hari ini (9/8), SD Mutual mengadakan halalbihalal di Gedung AH Nasution Kompleks Akademi Militer (Akmil) Magelang. Acara tersebut sekaligus smart parenting. Bertindak sebagai pembicara, Guru Besar ITS Surabaya Prof DR Eng Imam Robandi, yang juga Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dan Ustad Bambang Bimo Suryono SAg (Kak Bimo), yang dikenal sebagai pendongeng anak nasional.(dem/hes)