BANTUL – Status Persiba Bantul sebagai peserta Indonesian Super League (ISL) sudah pasti tidak akan tersemat lagi pada musim 2015 nanti. Babak belur sejak awal musim tim besutan Sajuri Said ini akhirnya resmi terdegradasi ke Divisi Utama tahun depan.Menjalani misi wajib menang demi menjaga asa bertahan di ISL, kemarin (8/8) Lskar Sultan Agung malah hancur-hancuran, dalam laga tanpa penonton di Stadion Sultan Agung (SSA). Bermain terlalu bertahan pada babak pertama, Ezequiel Gonzales dkk akhirnya harus rela mengakui kemenangan sang lawan PSM Makassar dengan skor sangat menyakitkan 1-3.
Sulit membongkar pertahanan Persiba pada babak pertama PSM mampu membuka keunggulan pada menit ke- 54 via gol gelandang senior Syamsul Chaerudin. Memasuki menit ke- 62, Persiba semakin menderita. Bek Wahyu Wijiastanto secara jelas melanggar Syamsul di kotak terlarang. Penalti yang diberikan wasit Prasetyo Hadi tidak disia-siakan gelandang Michael Baird menjadi gol.Pada menit ke-80, Persiba semakin terbenam. Kali ini penyerang PSM Makassar Andi Oddang gentian menjadi penjebol gawang Andi Setiawan guna merubah skor jadi 3-0 untuk Juku Eja-julukan PSM. Persiba mendapat gol hiburan di menit ke-86. Emile Mbamba sukses menaklukkan penjaga gawang PSS Markus Haris Maulana via tendangan penalti.
Kekalahan ini membuat Persiba makin terbenam di dasar klasemen Wilayah Timur dengan raihan poin enam. Secara matematis, dengan sisa tiga pertandingan, sudah tidak mungkin menyalip PSM yang notabene adalah tim dengan posisi terendah di zona aman. Ya PSM sudah mengumpulkan 16 poin atau berjarak 10 poin dengan Persiba. Padahal, di sisa tiga laga maksimal Persiba cuma mampu menambah sembilan angka lagi.Pada jumpa pers usai pertandingan, Sajuri mengaku sudah memperkirakan hal ini bakal terjadi. Dengan persiapan mepet ditambah materi pemain yang tidak sesuai standar ISL, sangat sulit bagi klub besutannya bersaing dengan klub-klub lain. “Mau pelatihnya siapa kalau keadaan tim seperti ini ya mustahil bisa bersaing. Ya, jadi beginilah hasilnya, Persiba kembali ke kompetisi kasta kedua di musim depan,” jelasnya.’
Meskipun sudah terdegradasi Sajuri memastikan dirinya tetap mempersiapkan tim untuk menghadapi tiga laga sisa kontra Persebaya Surabaya, Persiram Raja Ampat serta Persiba Bantul. Ia beraharap pada tiga laga sisa, timnya bisa bermain lebih baik. “Laga lawan PSM sudah lupakan saja. Sebelum laga ini banyakpemain yang belum datang juga termasuk Arwin. Kalau begitu ya sudah,” jelasnya.Kapten Persiba Ezequiel Gonzales mengaku menyesal karena kehadirannya pada putaran kedua ternyata tidak banyak membantu Laskar Sultan Agung. ” Ya, saya tidak mampu membantu Persiba lolos dari jeratan degradasi,” ungkapnya.
Di pihak PSM, Cartecker pelatih Assegaf Razak mengaku puas dengan skor 3-1. Meskipun permainan PSM tidak sempurna, dia senang karena dengan kemenangan ini PSM berhasil menjauhi zona degradasi. (nes/din)