JOGJA – Soundscape Project sebagai salah satu pararel even Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) kembali hadir. Dalam FKY 26 ini merupakan tahun kedua Soundscape diadakan. Ketua II FKY 26 Ari Wulu mengungkapkan Soundscape Project akan dilaksanakan selama Sepuluh hari. “Project ini dimulai dari tanggal 20 hingga 30 Agustus mendatang. Tentunya akan hadir di ruang-ruang publik seperti di Titik Nol KM, sepanjang Malioboro, pusat perbelanjaan dan perhotelan,” katanya saat ditemui Sekretariat FKY 26 kemarin (8/8).
Ari menjelaskan Soundscape merupakan sebuah project unik. Dimana menggabungkan bunyi alami yang muncul bersamaan dengan aktivitas yang terjadi di ruang publik. Bunyian ini, lanjutnya, terbentuk secara alamiah berkat rutinitas dan interaksi sosial yang ada didalamnya.Suara ini kerap muncul tanpa disadari manusia di sekelilingnya. Ini karena proses rutinitas berjalan sehingga tanpa disadari menciptakan komposisi bunyi yang alami. Menurut Wulu, sapaan akrabnya, elemen cuaca dan faktor alam menjadi sebuah faktor penting dalam project ini. “Soundscape Project kali ini masih sama dengan tahun sebelumnya. Mengolah bebunyian yang ditangkap di dalam ruang publik ke dalam sebuah komposisi. Kemudian memberikan stimulan imajinasi yang diolah menjadi sebuah karya suara,” katanya.
Jogjakarta, menurut Wulu, merupakan sebuah kota dengan ciri khas yang unik. Dimana setiap sudut kota menciptakan ciri khas dari bangunan yang berdiri di wilayah tersebut. Ari mencontohkan kawasan Titik Nol Kilometer seolah menjadi sebuah landmark yang melekat diingatan masyarakat. “Seolah tanpa hadir secara langsung, masyarakat mampu menggambarkan secara global bagaimana ruang publik tersebut. Berangkat dari hal tersebut, setidaknya Soundscape Project merupakan sebuah bentuk penggambaran mengenai kota Jogja mampu menjadi soundmark,” ungkapnya.Selain Ari Wulu beberapa seniman lain akan hadir mengisi project ini yakni Jimmy Mahardika, Belkastrelka, Indra Menus, Risky Summerbee, Lintang Enrico, Egha, Krisna, dan Uya Cipriano. (dwi/ila)