SEBELUMNYA, saat bulan puasa, rata-rata hotel mengalami penurunan tamu. Saat Lebaran tiba, mereka boleh tersenyum lebar. Tingkat okupansi hotel melonjak drastis. Bahkan, dibanding liburan Lebaran tahun sebelumnya, tahun ini bisa dibilang lebih bagus. Peningkatan serupa juga terjadi pada sejumlah hotel nonbintang. Bahkan, rata-rata kenaikan mencapai 100 persen okupansi atau keterisian kamar.Kenaikan tajam dipicu dengan liburan sekolah yang bersamaan dengan libur Lebaran. Akibatnya, sejumlah tamu berbondong-bondong datang ke Magelang. Tamu tersebut berasal dari kota-kota besar. Seperti dari Jakarta,Bandung, dan Surabaya. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Magelang Eddy Hamdani menyampaikan, hampir semua hotel mengalami kenaikan jumlah tamu sangat luar biasa. Bahkan, beberapa hotel sampai menolak tamu karena kamar sudah terpesan semua alias full book. Baik dari tamu group maupun pribadi.”Ada beberapa hotel menolak tamu karena kamarnya penuh. Kenyataan ini berbeda dengan tahun lalu, di mana beberapa di antaranya tidak mencapai 100 persen,” ungkap Eddy kemarin (8/8).
Pemilik Hotel Wisata ini menambahkan, di hotel yang dikelolany, selama libur Lebaran sejak 27 Juli 2014 atau H-3, semua kamar terisi. Ia terpaksa menolak beberapa tamu yang datang untuk menginap.”Dari 35 kamar yang kami punya, mulai H-3 sampai kemarin 2 Agustus (H+5), sudah terisi semua,” imbuhnya.Dari pantauannya, hanya hotel-hotel besar (berbintang) saja yang memasang tarif harga di atas Rp1 juta per malam. Karenanya, mereka tidak maksimal tingkat okupansinya. Sebab ada sebagian tamu dari kalangan memilih menginap di Jogjakarta, karena banyak pilihan kamar hotel dengan harga lebih beragama. Belum lagi didukung objek destinasi wisata lain yang tidak kalah menariknya di Kabupaten dan Kota Magelang.”Mungkin pertimbangannya karena di sana banyak tujuan lain. Selain itu, mereka juga bisa bersilaturahmi dengan keluarga. Mereka ingin jalan-jalan di beberapa tempat sekedar menghabiskan waktu liburan,” katanya.
Markerting Communication (MM) Manager Grand Artos Aerowisata Hotel and Convention Lina Agustin membenarkan, libur Lebaran tahun ini jumlah tamu yang menginap di hotelnya mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.”Kenaikannya cukup signifikan. Tamu hotel yang menginap pun asalnya bervariasi dari berbagai kota. Mulai dari yang terdekat hingga luar Pulau Jawa,” papar Lina.Ia menambahkan, sejak H-3 sampai H+3, tingkat okupansi cukup bagus, yaitu mencapai 85 persen. Rata-rata tamu menginap hingga 2-3 malam dengan menggunakan fasilitas dan promo yang ditawarkan. Yaitu memilih Paket Lebaran dengan harga Rp 1,1 juta per malam.(*/hes)