SLEMAN – Kapolda DIJ Brigjen Pol Oerip Subagyo bersama jajara Polda DIJ melakukan kunjungan ke Kantor Harian Radar Jogja, kemarin (8/8). Kunjungan dalam rangka silaturahmi dengan media ini untuk meningkatkan kerjasama, khususnya dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda DIJ.Kapolda didampingi Kabid Humas AKBP Anny Pudjiastuti dan Dir Resnarkoba Kombes Pol Andy Fairan. Dalam silaturahmi ini kapolda menekankan pentingnya peran media dalam memberikan informasi kepada masyarakat. “Media sangat penting untuk memberikan informasi yang sehat kepada masyarakat,” katanya.
Selain bercerita tentang pengalaman selama mengabdi di Kepolisian, Oerip Subagyo juga menyinggung mengenai gerakan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Menurutnya, masyarakat diimbau untuk tidak terkecoh dengan gerakan tersebut. Jangan sampai hanya karena kepentingan kelompok tertentu, masyarakat mudah terpengaruh. “Sangat disayangkan jika sampai ada yang terpengaruh. Kami mengantisipasi agar tidak masuk di Jogja,” imbuhnya.Sejak munculnya gerakan tersebut, kepolisian pun mengintensifkan peran inteljen. Di DIJ, belum lama ini ditemukan pengibaran bendera ISIS di salah satu kecamatan di Bantul. “Ada delapan bendera yang ditemukan sudah berkibar. Meski sudah diturunkan polisi, bukan berarti kami mengendurkan pengawasan,” kata Kabid Humas Polda DIJ AKBP Anny Pujiastuti.
Terpisah, Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI MS Fadhillah menegaskan, pihaknya akan terus menyiagakan peran inteljen dan Babinsa untuk mengantisipasi gerakan tersebut. Ia berpesan, jika muncul simbol-simbol ISIS, aparat bersama masyarakat diminta untuk segera menghilangkannya. “Bersama intelejen dari unsur pemerintah lainnya termasuk kepolisian, kami bergandengan tangan agar tidak makin meluas,” kata Danrem di sela-sela peresmian Masjid Yonif 403, Kentungan, Sleman. (fid/din)