PANDAK– Warga Pedukuhan Gunturan, Triharjo, Pandak sejak beberapa hari terakhir disibukkan dengan sejumlah rangkaian tradisi Merti Dusun kemarin (8/8). Salah rangkaian acaranya adalah kirab budaya mengelilingi desa. Dalam kirab budaya, puluhan warga dengan menggunakan pakaian khas adat Jawa mengarak sejumlah gunungan berisi beragam jenis hasil bumi. Tak ketinggalan, ada gunungan berupa pari lanang dan pari wadon. Setelah diarak mengelilingi pedukuhan, isi sejumlah gunungan tersebut kemudian diperebutkan warga.
“Ini (kirab budaya) bagian dari Merti Dusun,” terang Kepala Desa Triharjo Suwardi di sela-sela acara kirab budaya.Tradisi yang telah berusia puluhan ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Disamping itu, juga sebagai doa agar pada tahun berikutnya masyarakat setempat selalu mendapatkan limpahan karunia dari Tuhan. “Dijauhkan dari segala bahaya serta kesatuan dan persatuan warga tetap terjaga,” ujarnya.
Setidaknya, puluhan warga dari RT 1, RT 2, RT 3 dan kampung Pekojo Ngabean turut ambil bagian dalam tradisi Merdi Dusun ini. Tradisi ini, menurut Suwardi, diselenggarakan setelah panen raya padi di pedukuhan Gunturan. Kali ini, para petani memanen 26 hektare padi varietas Situ Bagendit. “Setiap satu hektare menghasilkan tujuh hingga 7,5 ton,” ungkapnya.Suwardi menyebutkan selain kirab budaya, terdapat sejumlah rangkaian acara lainnya. Diantaranya reresik dan malem pinuwunan. “Tradisi warisan para leluhur ini harus kita jaga karena merekalah cikal bakal pedukuhan Gunturan,” paparnya. (zam/ila)