KEINGINANSajuri itu nampaknya seperti membentur batu karang. Itu lantaran keresahan pemain yang tidak kunjung menerima gaji selama tiga bulan terakhir.Sajuri mengaku ancaman mogok main sdah mulai disuarakan beberapa pemain. Ya, mereka sudah hilang kesabaran lantaran manajemen Persiba terus menunggak bayaran mereka. Yang lebih membuat pusing, para pemain sama sekali tidak mendapatkan pemasukan pokok saat merayakan Hari Raya Idul Fitri beberapa waktu lalu. “Kalau sudah begini memang kasihan juga mereka,” jelas pria yang juga Guru SMAN 1 Pajangan Bantul tersebut.
Sajuri menyatakan, satu-satunya hal yang diinginkan pemain ialah bertemu dengan manajemen. Ia mengaku sudah mengontak manajemen untuk menyampaikan keinginan pemain. Sayangnya, sampai saat ini belum ada tanda-tanda manajemen bersedia menemui pemain.Pria berkumis ini mengaku miris dengan keadaan yang terjadi di tim berjuluk Laskar Sultan Agung ini. Saat menjamu PSM Makassar dalam laga tanpa penonton di Stadion Sultan Agung (SSA) Jumat (8/8) lalu Ezequiel Gonzales dkk sama sekali tidak didampingi manajemen. Ini tentu membuat psikologis anak-anak Bantul semakin drop. “Saya sudah mengontak manajemen untuk menyampaikan keinginan pemain. Saya rasa mereka seharusnya mau mendengarkan suara dari para pemain sebab anak-anak sudah benar-benar kehilangan induk,” tegasnya.
Menurut Sajuri kehadiran manajemen saat ini sangat penting bagi anak asuhnya. Terlebih lagi dalam waktu dekat Persiba akan menjalani laga akbar menghadapi klub papan atas Wilayah Timur Persebaya Surabaya. Melihat laga ini rencananya disiarkan langsung MNC TV, Persiba bakal menanggung malu bila akhirnya batal menjamu Green Force-julukan Persebaya.”Saya tentu tidak ingin jika Persiba sampai WO dari Persebaya di kandang sendiri. Ini cuma mengulangi kejadian di IPL (Indonesian Premier League ) musim lalu. Ingat kabarnya laga ini disiarkan sehingga kami memang harus bermain,” paparnya.
Sajuri menambahkan, sejauh ini ada tiga penggawa yang belum menampakkan batang hidungnya di Bantul yakni Arwin Rabdha, Arbadin dan Stevie Bonsapia. Melihat keadaan yang sedemikian parah di Persiba Sajuri bisa memahami kenapa tiga penggawa ini masih mangkir. Oleh karena itulah Sajuri menegaskan tidak lagi menunggu tiga anak asuhnya ini. “Sekarang ya terserah mereka saja mau datang atau tidak. Meskipun saya berharap mereka datang,” jelasnya.Ketua Umum (Ketum) salah satu kelompok suporter Persiba, Paserbumi Anom Suroto menyatakan, pihaknya tetap memberikan dukungan penuh pada Persiba. Sekalipun telah terdegradasi, tim Persiba harus tetap diberi semangat.”Suporter yang baik selalu ada bagaimana pun keadaan tim. Paserbumi ada karena Persiba sehingga kami harus tetap mendukung mereka meskipun sudah pasti turun kasta,” kata pria berjuluk Gepeng ini. (*/din/ty)