SLEMAN – Belum adanya pertandingan kandang yang dijalani PSS Sleman selama dua bulan terakhir membuat keuangan tim kembang-kempis. Bahkan pada Ramadan lalu, mereka membuat “sejarah” dengan menunggak gaji pemain. Ini menjadi pengalaman yang pertama dalam era sepak bola profesional tanpa dana APBD. Sampai sekarang PSS sendiri masih memiliki tunggakan gaji kepada para penggawanya. Ya, setengah gaji untuk Juli belum mampu dibayarkan PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) selaku pengelola Super Elang Jawa (Super Elja).
Namun para pemain bisa bernafas lega karena dalam waktu dekat PT PSS hampir pasti dapat membayarkan utang setengah gaji Juli. Alasannya, PSS sudah dekat dengan dua laga kandang sekaligus yakni kontra Perseman Manokwari 12 Agustus dan Madiun Putra FC (MPFC) 15 Agustus.Direktur Utama (Dirut) PT PSS Supardjiono menyatakan, pihaknya hampir pasti membayarkan setengah gaji Juli setelah rangkaian laga kontra Perseman dan MPFC. Apalagi dengan lamanya PSS tidak bertanding di laga resmi, dia optimistis warga Sleman pasti bakal all out dalam mendukung kdi stadion.
“Saya cukup optimistis dua laga kontra Perseman dan MPFC bakal ramai. Sebab, warga Sleman kan sudah sangat merindukan PSS bermain setelah dua bulan lamanya puasa nonton PSS,” jelasnya. Meskipun demikian Pardji mengingkapkan, pihaknya membayarkan gaji lebih cepat. Ya, kata dia kalau bisa sebelum laga kontra Perseman Anang Hadi dkk sudah menerima hak mereka. “Setelah laga lawan MPFC itu target. Namun kalau bisa lebih cepat kenapa tidak. Kalau yang saya mau sebelum lawan Perseman bayaran Juli sudah lunas agar pemain semangat,” tegasnya. (nes/din)