MAGELANG – Sebelumnya, masyarakat Magelang dikejutkan dengan kelompok masyarakat yang menamakan diri Kere-kere Magelang yang mendukung Pasangan Jokowi-JK pada Pilpres Juli lalu. Kini, ada kelompok masyarakat lain yang menamakan diri dengan nama hampir mirip. Yakni, “Gelandangan Kota Magelang”. Kelompok ini juga mencoba menyampaikan pesan moral pada anggota legislatif yang mememangkan Pemilu 2014 pada April lalu. Apalagi, para wakil rakyat tersebut akan memulai tugasnya, pada 14 Agustus mendatang.Ketua Gelandangan Kota Magelang Suyitno mengatakan, pada Pileg 9 April, jumlah pemilih di Kota Magelang mencapai 92 ribu orang. Di mana, suara sah mencapai 72 ribu. Dari mereka yang memilih, sedikit sekali yang mau memberi masukan pada para anggota dewan terpilih.”Kami tidak punya maksud apa-apa. Ini hanyalah salah satu dari 72 ribu pemilih yang ingin mengingatkan anggota dewan terpilih agar hati-hati. Biasanya, mereka yang sudah mengemban jabatan, gampang lupa diri,” kritik Suyitno kemarin (10/8).
Wujud perhatian pada anggota dewan terpilih, Suyitno dan beberapa koleganya memasang beberapa spanduk di sudut-sudut Kota Magelang. Isinya mengingatkan para legislator baru agar berjuang untuk masyarakat. mereka juga berharap agar berhati-hati agar tidak terjerumus dengan persoalan hukum dan berujung dengan masuk penjara.”Kita mengingatkan agar anggota dewan baru tetap komit dengan janji saat kampanye untuk berjuang demi kesejahteraan rakyat dan berhati-hati agar jangan sampai masuk penjara saat sudah menduduki jabatan,” imbuh pria yang akrab disapa Jiteng tersebut.Jiteng yang tinggal di Kebonpolo, Magelang Utara mengaku spanduk yang dibuat tersebut memang memancing komentar sinis dari legislator baru. Termasuk sempat dibredel petugas Satpol PP.”Sekarang, imbauan tersebut dipasang di depan rumah saja. Biar tidak dibredel Satpol PP. Yang penting pesan tersebut sampai ke anggota dewan baru,” katanya.
Ditegaskan Jiteng, gerakan yang dilakukan mereka sekedar mengingatkan anggota dewan baru.”Intinya, kami yang gelandangan saja ingin mengingatkan anggota dewan baru agar tidak korupsi atau melakukan tindak pidana lain yang bisa berujung masuk penjara. Tidak usah ambisi. Tidak usah neko-neko saat menduduki jabatan,” katanya mengingatkan.Sukamto, anggota Gelandangan Kota Magelang mendukung gerakan tersebut. Menurutnya, mereka tidak ingin kader-kader partai, terutama dari PDIP saat menduduki jabatan lupa dengan jati dirinya. Pria yang tinggal di Kampung Menowo dan sejak 1955 aktif di PDIP saat masih bernama Marhaen tersebut ingin “petugas partainya” tidak melakukan tindakan yang tidak jujur dan jauh dari amanah. Karena dirinya dan “para gelandangan” ingin PDIP menjadi partai yang bersih dan jauh dari korupsi.”Jabatan itu amanah. Mereka yang duduk di dewan harus sadar, berat tanggung jawab sebuah amanah. Saat nyalon keluar biaya banyak, kemudian lupa diri dengan janji mensejahterakan masyarakat, karena harus mengembalikan modal,” katanya.(dem/hes)